Rabu, April 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

IUU Fishing Masih Terjadi di Sebatik

redaksi
12 Juli 2019
Kategori : Berita, Laporan Khusus
0
Destructive Fishing di Sebatik, Perbatasan Indonesia-Malaysia

Sebatik, perbatasan Indonesia dan Malaysia. FOTO: DARILAUT.ID

Sebatik – IUU fishing (illegal, unreported, and unregulated fishing) atau penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan dan menyalahi aturan, masih sering terjadi di Sebatik, perairan Indonesia di Laut Sulawesi.

Kepala Unit Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik, Iswadi Rachman mengatakan, selain IUU Fishing, yang masih terjadi, perdagangan ikan secara ilegal.

Kendala lainnya, kata Iswadi, masih minimnya nelayan dan penangkap ikan pelagis.

Hingga saat ini, hanya 1 kapal penangkap ikan pelagis dengan alat tangkap pancing dan layang-layang di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Menurut staf SKPT Sebatik Nasrullah, nelayan penangkap ikan pelagis dengan layang-layang di Nunukan, Sebatik dan Tarakan sekitar 30 orang. Dari jumlah 30 nelayan tersebut, hanya 1 di Sebatik.

FOTO: NASRULLAH/SKPT SEBATIK

Perairan Sebatik dan Kalimantan Utara berada di Laut Sulawesi, Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 716. “Ikan melimpah, armada penangkapannya kurang,” kata Nasrullah.

Pada awal Juli lalu, nelayan penangkap ikan pelagis dengan layang-layang mendaratkan hasilnya di SKPT Sebatik. Lokasi penangkapan berada di rumpon dengan jarak 50 sampai 60 mil dari Sebatik.

Nelayan di Sebatik umumnya penangkap ikan demersal. Karena minimnya penangkap ikan pelagis, sering nelayan ini didatangkan dari Sulawesi.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: IUU FishingPerbatasan Indonesia - MalaysiaSKPT Sebatik
Bagikan19Tweet3KirimKirim
Previous Post

KKP Tertibkan 81 Rumpon Ilegal

Next Post

Jaring Hantu Merusak Ekosistem Laut dan Mengancam Keamanan Pelayaran

Postingan Terkait

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

21 April 2026
Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

21 April 2026

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Next Post
Jaring Hantu Merusak Ekosistem Laut dan Mengancam Keamanan Pelayaran

Jaring Hantu Merusak Ekosistem Laut dan Mengancam Keamanan Pelayaran

Komentar tentang post

TERBARU

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Malaysia Ingin Belajar Pemberantasan Illegal Fishing dari Satgas 115

Badai Terkuat di Samudra Hindia Menghantam Mayotte, Ratusan Orang Tewas

Korban Tewas Banjir dan Longsor Sumatra 1.016 Orang, Hilang 212

UNEP: Kurangi Produksi Plastik Murni 55 Persen

Posko Kesehatan Unair Layani Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Badai Tropis Parah Muifa Bergeser Mendekati Taiwan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.