Hal ini menjadi pencapaian terbaik dari kegiatan yang telah berlangsung selama ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Adapun selama masa kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19 ini sejak bulan Juni 2020 telah dilakukan ekspor jagung sebesar 30.400 ton dalam 4 kali pengiriman ke Filipina melalui Pelabuhan Anggrek.
Kegiatan ekspor jagung dan tetes tebu di Pelabuhan Anggrek dilepas oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia Suharso Monoarfa, dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Bupati dan Walikota, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat kementerian dan pimpinan OPD Provinsi Gorontalo.
Pelabuhan Anggrek yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara menjadi salah satu pintu gerbang kegiatan ekspor dan impor barang. Di antaranya hasil pertanian Jagung yang merupakan komoditi unggulan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Selain itu, tetes tebu, produk tepung kelapa dan kopra putih.
Pelabuhan Anggrek selain digunakan sebagai pintu gerbang kegiatan ekspor dan impor barang, juga bongkar muat pupuk, semen, serta peti kemas dan aktivitas lainnya.*





Komentar tentang post