Kamis, Mei 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kemiskinan Nelayan Dipengaruhi Perubahan Iklim dan Rendahnya Kemampuan Adaptasi

redaksi
4 Juli 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Nelayan Kecil Wajib Dapat Jaring Pengaman Sosial

Ilustrasi nelayan tangkap (tradisional). FOTO: DARILAUT.ID

Sedangkan dari sektor perkebunan kelapa sawit rakyat, tujuannya adalah untuk menganalisis social-life assessment (S-LCA), status keberlanjutan, dan dimensi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di Provinsi Bengkulu.

Gita menjelaskan bahwa dimensi keberlanjutan perikanan tangkap terdiri dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dan dimensi sosial. Keberlanjutan perikanan tangkap skala kecil, terdiri dari dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan.

Adapun dimensi keberlanjutan dari perkebunan kelapa sawit rakyat, menurut Gita, terdiri dari dimensi lingkungan, dimensi ekonomi, dan dimensi sosial.

Status keberlanjutan perikanan tangkap skala kecil yang digambarkan dalam diagram layang nilai indeks keberlanjutan tangkap skala kecil, dimensi ekonomi memiliki nilai paling kecil, yaitu 33,22%.

Social-Life Cycle Assessment perkebunan kelapa sawit rakyat dipengaruhi oleh fluktuasi harga, berbeda dengan nelayan. Nelayan lebih kompleks dan sangat bergantung dengan kondisi iklim dan cuaca, sehingga untuk nelayan belum dikaji dahulu, ujarnya.

Status keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat hanya dimensi ekonomi yang menunjukkan berkelanjutan, sedangkan dimensi lingkungan dan ekonomi memiliki status cukup berkelanjutan.

Semua data tersebut didapatkan dengan metode penelitian multidimensinal scale method.

Halaman 3 dari 3
Sebelumnya123
Tags: BengkuluKemampuan AdaptasiPemanasan GlobalPerikanan TangkapPerkebunan SawitPerubahan Iklim
Bagikan14Tweet1KirimKirim
Previous Post

Penggunaan AC Memicu Krisis Iklim

Next Post

Konferensi Tuna Sirip Biru Berlangsung di Jepang

Postingan Terkait

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

14 Mei 2026
Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

14 Mei 2026

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Next Post
Bluefin tuna

Konferensi Tuna Sirip Biru Berlangsung di Jepang

Komentar tentang post

TERBARU

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal Ikan Filipina Ditangkap di Laut Sulawesi

Forum Ekonomi Dunia Menyoroti Risiko Lingkungan

Ini Kemasan Makanan Terbuat Dari Rumput Laut

Badai Tropis Hagupit Berada di Utara Papua

Undip dan Ahli Cetacea Jepang Teliti Pola Migrasi Paus di NTT

Lumba-lumba Masuk Empang di Maros, Jarak 5 Kilometer Dari Laut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.