Sedangkan dari sektor perkebunan kelapa sawit rakyat, tujuannya adalah untuk menganalisis social-life assessment (S-LCA), status keberlanjutan, dan dimensi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di Provinsi Bengkulu.
Gita menjelaskan bahwa dimensi keberlanjutan perikanan tangkap terdiri dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dan dimensi sosial. Keberlanjutan perikanan tangkap skala kecil, terdiri dari dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan.
Adapun dimensi keberlanjutan dari perkebunan kelapa sawit rakyat, menurut Gita, terdiri dari dimensi lingkungan, dimensi ekonomi, dan dimensi sosial.
Status keberlanjutan perikanan tangkap skala kecil yang digambarkan dalam diagram layang nilai indeks keberlanjutan tangkap skala kecil, dimensi ekonomi memiliki nilai paling kecil, yaitu 33,22%.
Social-Life Cycle Assessment perkebunan kelapa sawit rakyat dipengaruhi oleh fluktuasi harga, berbeda dengan nelayan. Nelayan lebih kompleks dan sangat bergantung dengan kondisi iklim dan cuaca, sehingga untuk nelayan belum dikaji dahulu, ujarnya.
Status keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat hanya dimensi ekonomi yang menunjukkan berkelanjutan, sedangkan dimensi lingkungan dan ekonomi memiliki status cukup berkelanjutan.
Semua data tersebut didapatkan dengan metode penelitian multidimensinal scale method.





Komentar tentang post