Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Febrian A Ruddyard mengatakan, seluruh problem yang muncul termasuk masalah air, pangan dan energi perlu segera diatasi. Saat ini adalah dekade untuk aksi pencapaian SDGs 2030.
Indonesia mengedepankan SDGs sebagai framework dalam usaha pemulihan pasca pandemi. Usaha ini harus mengutamakan pendekatan interlinkages untuk memajukan beberapa capaian sekaligus.
Menurut Direktur Eksekutif APCE-UNESCO Ignasius Dwi Atmana Sutapa, saat ini Asia Pasifik dihadapkan pada lima isu persoalan air. Salah satunya terkait perubahan iklim seperti yang diungkap Direktur UNESCO, Shahbaz Khan.
“World Resources Institute memprediksikan pada tahun 2040, Indonesia termasuk dalam kategori high water stress, apabila tidak segera melakukan upaya-upaya signifikan untuk ketahanan air,” katanya.
Ignasius yang juga profesor riset pada Pusat Penelitian Limnologi LIPI mengingatkan di masa mendatang, air tidak lagi menjadi sumber daya, melainkan menjadi aset penting bagi keberlangsungan sektor pangan dan energi. Riset, inovasi dan teknologi sangat diperlukan sebagai dasar pengelolaan sumber daya air.
“Konsep pendekatan ecohydrology sangat dibutuhkan, karena harus dilakukan secara holistik,” ujar Ignasius.





Komentar tentang post