Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Belajar Dari Koorders

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Belajar Dari Koorders

Burung maleo. FOTO: WALLACEFUND.INFO

Darilaut – Sejarah kawasan konservasi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari catatan perlindungan alam sejak masa kolonial Belanda.

Setelah Muller pada 1846 mendeskripsikan maleo dan menyandang nama ilmiah Macrocephalon maleo, burung endemik Sulawesi ini masih membuat penasaran naturalis Alfred Russel Wallace.

Wallace tiba di Manado pada 10 juni 1859. Perjalanan naturalis ini dilanjutkan ke Tomohon, Rurukan, Kakas, Panghu dan balik lagi ke Manado.

Selanjutnya, Wallace beristirahat. Perjalanan dilanjutkan ke Lempias. Ditempat ini Wallace melihat ada pemburu yang membawa burung maleo.

Naturalis yang dikenal dengan garis Wallacea ini ke Likupang dan Batu Putih. Di Batu Putih, Wallace mendeskripsikan burung maleo dan satwa khas Sulawesi lainnya.

Keberadaan kawasan Tangkoko dan sekitarnya mulai dikenal sebagai monumen alam, tidak lepas dari peran Sijfert Hendrik Koorders, ahli kehutanan yang lahir di Bandung pada 29 November 1863.

Koorders yang mengusulkan Gunung Tangkoko Batuangus di Bitung, sebagai monumen alam yang ditetapkan pemerintah Hindia Belanda pada 1919.

Dalam buku “Sang Pelopor: peranan Dr. SH. Koorders dalam Sejarah Perlindungan Alam di Indonesia” yang ditulis Pandji Yudistira (2014), inisiatif tersebut datang dari Koorders dan tim yang tergabung dalam Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda (Nederlandsch Indische Vereeniging tot Natuurbescherming).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi UtaraWallace
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Next Post

Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Postingan Terkait

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026
Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Komentar tentang post

TERBARU

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

AmsiNews

REKOMENDASI

Zonasi Baru, Ada Zona Religi di Taka Bonerate

Indonesia-Norwegia Perkuat Kerjasama Bidang Kelautan dan Perikanan

Fakultas Sastra dan Budaya UNG Peringati Wafatnya Chairil Anwar dan Hari Puisi

Terhenti 2 Tahun Tol Laut Kembali Melayari Bintan

Arif Satria: PKSPL IPB Centre of Excellence Pesisir dan Lautan

Kapal Ikan Terbakar di Pelabuhan Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.