Minggu, Oktober 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Maleo Berkurang di Bakiriang

redaksi
11 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Maleo Berkurang di Bakiriang

Pristiwanto saat melalukan penelitian di jalan Trans Luwuk-Toili di Suaka Margasatwa Bakiriang di sisi kiri jalan kawasan melintas maleo bertelur disisi kanan jalan setapak perkebunan kelapa sawit. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Pada 1987 pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuat peta tata guna hutan sebagai daerah hutan sebagai daerah kawasan hutan yang dilindungi. Luas yang dikembangkan menjadi 9.240 ha.

Dua tahun berikutnya, pada 1989 Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah merekomendasikan luas kawasan Hutan Bakiriang 3.900 ha, yaitu berdasarkan SK No.188.44/3932/Dinhut/1989 tanggal 30 Agustus 1989. Perihal penunjukan sementara areal hutan lindung, APL dan sebagai perairan laut yang terletak didaerah tingkat II Donggala, Poso, Toli-toli dan Luwuk Banggai Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Suaka Alam dan Hutan Wisata.

Pada 1996 peta kawasan tersebut dituangkan dalam struktur tata Ruang Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor. SK.522.1/1029/ Bappeda tanggal 8 Juli tahun1996.

Di tahun 1996 Menteri Kehutanan dan Perkebunan dengan Surat Keputusan No.398/KptsII/1998 tanggal 21 April 1998 menetapkan hutan Bakiriang menjadi kawasan suaka margasatwa dengan luas 12.500 ha adapun alasan pertimbangan adalah untuk kepentingan habitat burung maleo.

Menurut Pristiwanto, dengan munculnya konservasi untuk meningkatkan populasi maleo tidak serta merta bertambahnya maleo pula habitat maleo. Justru maleo makin berkurang.

Hal tersebut dirasakan oleh masyarakat adat Batui dalam melaksanakan adat Tumpe, jumlah telur maleo yang diantar ke Keraton Kerajaan Banggai berkurang.*

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: BanggaiBurung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi Tengah
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Adat Memanfaatkan Telur Maleo di Tengah Status Genting

Next Post

Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

Biawak Predator Maleo, Manusia Mempercepat Berkurangnya Populasi

Komentar tentang post

TERBARU

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Kuat M 7,2 Mengguncang Taiwan

Paus Orca di Pelabuhan Genoa dari Islandia

Badai Tropis Krathon Terbentuk di Laut Filipina

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

Bambu Berperan Penting Dalam Pengendalian Perubahan Iklim

Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan 35 Orang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.