Rabu, Oktober 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

LIPI Fokus Riset 3 Aspek Kebencanaan di Indonesia

redaksi
8 Maret 2021
Kategori : Berita
0
Tsunami Palu yang Mengguncang Dunia, Terjadi 2 Menit Setelah Gempa

Jembatan kuning di Kota Palu, Sulawesi Tengan, ambruk setelah gempa Magnitudo 7,4 disusul tsunami, Jumat 28 September 2018. FOTO: DARILAUT.ID

Sejatinya, kata Handoko, bencana longsor dapat dicegah bila kita memahami aliran air yang ada. LIPI Wiseland hadir untuk pencegahan bencana longsor, sebab teknologi ini mampu memantau ancaman tanah longsor yang berbasis pada sensor nirkabel. teknologi ini dapat digunakan sebagai peringatan dini terhadap bencana longsor.

Sebagai informasi, aspek riset dari pengelolaan bencana telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2019, tentang penguatan dan pengembangan sistem informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

Handoko mengatakan sesuai dengan Perpres yang ada untuk pengurangan risiko bencana, maka sejak 2015 sampai 2030 LIPI sebagai lembaga penelitian mengemban dua tugas. Tugas LIPI tersebut adalah memahami risiko bencana dan meningkatkan manajemen risiko. Kedua hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko dan kerugian yang timbul secara signifikan jika terjadi bencana.

Ternyata, menurut Handoko, beberapa kali kejadian tsunami di Indonesia memiliki short lead-time tsunami yang cukup pendek yaitu kurang dari 10 menit. Short lead time tsunami dapat diartikan sebagai jarak waktu terjadinya gempa dengan kejadian tsunami.

“Kondisi ini di antaranya telah terjadi di Aceh, Selat Sunda, dan Palu,” ujarnya.

Handoko berharap dengan adanya pengetahun ini, maka mitigasi bencana dapat dilakukan dengan lebih baik dan disesuaikan dengan kejadian sebelumnya.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Gelombang TinggiLIPIMitigasi Bencanatsunami
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Balai TN Bunaken Lepas 2 Penyu Sisik Betina

Next Post

Dibutuhkan Penguatan Inovasi Teknologi Mitigasi Bahaya Tsunami

Postingan Terkait

Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

21 Oktober 2026
Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

21 Oktober 2026

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

Topan Super Champi Bawa Gelombang Tinggi 16,8 Meter di Laut Filipina

UNG Perkuat Produk Olahan Ikan Nike

Next Post
Pembangunan Rumah Pascagempa di Sulawesi Tengah Hampir Rampung

Dibutuhkan Penguatan Inovasi Teknologi Mitigasi Bahaya Tsunami

Komentar tentang post

TERBARU

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengenal Garam Gourmet di Bali Utara

Kondisi Cuaca Saat 10 Mahasiswa Geologi UNG Terseret Arus Sungai Deras

Saat KM Santika Nusantara Terbakar Nakhoda Perintahkan Penumpang Gunakan Life Jacket

Alami Degradasi, Hutan Mangrove Indonesia Masih Bisa Diandalkan

Ekosistem Laut Saling Terhubung

Gempa Tojo Una-Una, 1050 Warga Masih Mengungsi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.