Sejatinya, kata Handoko, bencana longsor dapat dicegah bila kita memahami aliran air yang ada. LIPI Wiseland hadir untuk pencegahan bencana longsor, sebab teknologi ini mampu memantau ancaman tanah longsor yang berbasis pada sensor nirkabel. teknologi ini dapat digunakan sebagai peringatan dini terhadap bencana longsor.
Sebagai informasi, aspek riset dari pengelolaan bencana telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2019, tentang penguatan dan pengembangan sistem informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami.
Handoko mengatakan sesuai dengan Perpres yang ada untuk pengurangan risiko bencana, maka sejak 2015 sampai 2030 LIPI sebagai lembaga penelitian mengemban dua tugas. Tugas LIPI tersebut adalah memahami risiko bencana dan meningkatkan manajemen risiko. Kedua hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko dan kerugian yang timbul secara signifikan jika terjadi bencana.
Ternyata, menurut Handoko, beberapa kali kejadian tsunami di Indonesia memiliki short lead-time tsunami yang cukup pendek yaitu kurang dari 10 menit. Short lead time tsunami dapat diartikan sebagai jarak waktu terjadinya gempa dengan kejadian tsunami.
“Kondisi ini di antaranya telah terjadi di Aceh, Selat Sunda, dan Palu,” ujarnya.
Handoko berharap dengan adanya pengetahun ini, maka mitigasi bencana dapat dilakukan dengan lebih baik dan disesuaikan dengan kejadian sebelumnya.





Komentar tentang post