Menurun Indhira hasil tangkap setelah beberapa pekan dibukanya area tutupan tangkap, itu dipengaruhi oleh beberapa faktor.
“Mulai dari air laut yang keruh akibat hujan deras, percuma turun melaut kalau hujan deras pasti tidak akan ada hasil. Selain itu, ada juga informasi dari nelayan yang sudah sering mendapati penyelam menggunakan kompresor,” kata Indhira. Penyelam tersebut beraktivitas tidak jauh dari area tutupan.
Nelayan ini khawatir, jangan sampai penyelam dengan kompresor ”melihat gurita dan langsung menangkapnya,” ujarnya.
Informasi lainnya, menurut Indhira, nelayan mendapati di perairan Bilalang yang menjadi lokasi nelayan menangkap gurita sekaligus tempat penutupan sementara ditemukan tumpahan minyak. Belum diketahui pasti dari mana minyak tersebut berasal.
Namun, minyak tersebut diduga berasal dari pabrik tambak udang, dan pabrik minyak kelapa yang ada di Uwedikan, kata Indhira.
Selanjutnya, penutupan kedua direncanakan di bulan September 2025. Hingga saat ini, belum diketahui pasti berapa lama waktu penutupan area tangkap gurita di bulan selanjutnya.
Irham Summang, salah satu nelayan penangkap gurita, berharap sistem buka tutup area tangkap gurita yang telah diterapkan ini bisa membuahkan hasil maksimal seperti halnya di tahun pertama praktik buka tutup.




