Ketiga, insiden pada 2 Maret terjadi pada kapal tanker. Enam orang yang tidak berwenang terlihat di ruang mesin, dan salah satunya memegang mirip senjata. Alarm kapal dibunyikan dan kru dikerahkan. Pencarian di atas kapal dilakukan tanpa melihat para pelaku lebih lanjut.
Keempat, insiden terjadi pada 4 Maret. Lima orang yang tidak berwenang terlihat di dek buritan perempat kanan.
Para pelaku melarikan diri setelah terlihat. Alarm kapal dibunyikan dan lampu dek kapal dinyalakan. Pencarian di atas kapal dilakukan tanpa melihat para pelaku di atas kapal.
Dengan empat kejadian tersebut, menurut ReCAAP ISC, sebanyak 17 insiden dilaporkan terjadi Selat Singapura, sejak Januari 2022.
Terdiri dari 13 insiden di jalur timur TSS, dua insiden di area pencegahan, satu insiden di jalur barat, dan satu insiden di luar TSS.
ReCAAP ISC menyatakan keprihatinannya dengan terus terjadinya insiden di Selat Singapura. Khususnya peningkatan insiden di lepas Pulau Nongsa, Pulau Batam.
“Prihatin dengan situasi di Selat Singapura, Incident Alert (IA) dikeluarkan pada tanggal 2 Maret untuk memperingatkan komunitas pelayaran tentang terjadinya insiden di Selat Singapura dan memperingatkan kemungkinan insiden akan berlanjut,” tulis ReCAAP ISC dalam laporan mingguan.





Komentar tentang post