Senin, September 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Nelayan Pulau Tunda Didekati Pari Manta Oseanik 1,8 Meter

redaksi
4 Juni 2020
Kategori : Berita, Biota Eksotis, Konservasi
0
Nelayan Pulau Tunda Didekati Pari Manta Oseanik 1,8 Meter

Ilustrasi Pari manta. FOTO: SHAWN HEINRICHS/CONSERVATION.ORG

Pari manta selalu mengundang perhatian bagi wisatawan penyelam.

Biota laut eksotis ini tidak seperti ikan pari lainnya yang memiliki duri di bagian ekornya. Pari manta tanpa duri dan tidak menyengat.

Menurut Conservation.org, spesies pari manta dapat hidup hingga usia 50 tahun. Makanan utamanya adalah zooplankton — hewan kecil yang mengapung bersama arus laut.

Pari manta dikenal sebagai hewan yang sangat cerdas, terkenal ramah, lembut dan memiliki keinginan untuk mengetahui yang sangat besar.

Penyebaran pari manta sangat luas di perairan Indonesia. Populasinya, terutama terkonsentrasi di Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Papua Barat.

Catatan KKP, dari tahun ke tahun populasi pari manta di Indonesia mengalami penurunan yang cukup ekstrim 10 tahun terakhir. Indonesia telah kehilangan populasi 33 – 57 persen.

Spesies ini kerap diburu. Terdapat permintaan pelat insang pari manta untuk digunakan sebagai bahan obat tradisional Tiongkok.

Berkembangnya pasar ekspor untuk produk pari manta, terutama bagian insang, menyebabkan laju penangkapan mengalami peningkatan yang signifikan.

Penurunan ini terjadi terutama di daerah-daerah pari manta menjadi salah satu target utama perburuan, seperti di perairan Nusa Tenggara (Lombok, Lamakera, Lamalera, Alor, dan Flores) yang berhasil menangkap sekitar 900 – 1300 individu dalam setahun.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BantenKKPNusa Tenggara TimurPari MantaRaja Ampat
Bagikan9Tweet3KirimKirim
Previous Post

Perlindungan Awak Kapal Perikanan Melalui Pembenahan Perekrutan dan Penggajian

Next Post

Awal Juni, Cakalang Masih Mendominasi Hasil Tangkapan di Bitung

Postingan Terkait

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

21 September 2026
Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

21 September 2026

Cara Pemulihan Mangrove Berbasis Sains di Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam

Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

Kementerian Pariwisata Meminta Aparat Mengusut Semua Pihak yang Terlibat Perburuan Penyu di Raja Ampat

Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

Next Post
Perikanan Cakalang Mendominasi Tangkapan di Bitung

Awal Juni, Cakalang Masih Mendominasi Hasil Tangkapan di Bitung

Komentar tentang post

TERBARU

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

Cara Pemulihan Mangrove Berbasis Sains di Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam

Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

AmsiNews

REKOMENDASI

BBNJ Mulai Berlaku, Perjanjian Internasional tentang Samudra

AMSI Kalimantan Barat Memilih Pengurus Baru Periode 2022 – 2025

BMKG: Potensi Hujan dan Angin Kencang Hingga Awal Agustus

Kaleidoskop 2025: UNG Catat Jumlah Mahasiswa Baru dan Lulusan Terbanyak

550 Warga Mengungsi Saat Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas

Malapetaka Plastik: Risiko Bagi Kesehatan dan Membuat Iklim Tidak Stabil

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.