Pari manta selalu mengundang perhatian bagi wisatawan penyelam.
Biota laut eksotis ini tidak seperti ikan pari lainnya yang memiliki duri di bagian ekornya. Pari manta tanpa duri dan tidak menyengat.
Menurut Conservation.org, spesies pari manta dapat hidup hingga usia 50 tahun. Makanan utamanya adalah zooplankton — hewan kecil yang mengapung bersama arus laut.
Pari manta dikenal sebagai hewan yang sangat cerdas, terkenal ramah, lembut dan memiliki keinginan untuk mengetahui yang sangat besar.
Penyebaran pari manta sangat luas di perairan Indonesia. Populasinya, terutama terkonsentrasi di Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Papua Barat.
Catatan KKP, dari tahun ke tahun populasi pari manta di Indonesia mengalami penurunan yang cukup ekstrim 10 tahun terakhir. Indonesia telah kehilangan populasi 33 – 57 persen.
Spesies ini kerap diburu. Terdapat permintaan pelat insang pari manta untuk digunakan sebagai bahan obat tradisional Tiongkok.
Berkembangnya pasar ekspor untuk produk pari manta, terutama bagian insang, menyebabkan laju penangkapan mengalami peningkatan yang signifikan.
Penurunan ini terjadi terutama di daerah-daerah pari manta menjadi salah satu target utama perburuan, seperti di perairan Nusa Tenggara (Lombok, Lamakera, Lamalera, Alor, dan Flores) yang berhasil menangkap sekitar 900 – 1300 individu dalam setahun.





Komentar tentang post