Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Nelayan Pulau Tunda Didekati Pari Manta Oseanik 1,8 Meter

redaksi
4 Juni 2020
Kategori : Berita, Biota Eksotis, Konservasi
0
Nelayan Pulau Tunda Didekati Pari Manta Oseanik 1,8 Meter

Ilustrasi Pari manta. FOTO: SHAWN HEINRICHS/CONSERVATION.ORG

Pari manta selalu mengundang perhatian bagi wisatawan penyelam.

Biota laut eksotis ini tidak seperti ikan pari lainnya yang memiliki duri di bagian ekornya. Pari manta tanpa duri dan tidak menyengat.

Menurut Conservation.org, spesies pari manta dapat hidup hingga usia 50 tahun. Makanan utamanya adalah zooplankton — hewan kecil yang mengapung bersama arus laut.

Pari manta dikenal sebagai hewan yang sangat cerdas, terkenal ramah, lembut dan memiliki keinginan untuk mengetahui yang sangat besar.

Penyebaran pari manta sangat luas di perairan Indonesia. Populasinya, terutama terkonsentrasi di Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Papua Barat.

Catatan KKP, dari tahun ke tahun populasi pari manta di Indonesia mengalami penurunan yang cukup ekstrim 10 tahun terakhir. Indonesia telah kehilangan populasi 33 – 57 persen.

Spesies ini kerap diburu. Terdapat permintaan pelat insang pari manta untuk digunakan sebagai bahan obat tradisional Tiongkok.

Berkembangnya pasar ekspor untuk produk pari manta, terutama bagian insang, menyebabkan laju penangkapan mengalami peningkatan yang signifikan.

Penurunan ini terjadi terutama di daerah-daerah pari manta menjadi salah satu target utama perburuan, seperti di perairan Nusa Tenggara (Lombok, Lamakera, Lamalera, Alor, dan Flores) yang berhasil menangkap sekitar 900 – 1300 individu dalam setahun.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BantenKKPNusa Tenggara TimurPari MantaRaja Ampat
Bagikan9Tweet3KirimKirim
Previous Post

Perlindungan Awak Kapal Perikanan Melalui Pembenahan Perekrutan dan Penggajian

Next Post

Awal Juni, Cakalang Masih Mendominasi Hasil Tangkapan di Bitung

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Perikanan Cakalang Mendominasi Tangkapan di Bitung

Awal Juni, Cakalang Masih Mendominasi Hasil Tangkapan di Bitung

Komentar tentang post

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Hakim MK Bahas Perkara PHPU Pilpres, Sidang Putusan Syarat Pendidikan Awal Pekan Depan

80 Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Laut Hitam, Turki

Bibit Siklon Tropis 95S dan 97S Mampu Tingkatkan Potensi Pertumbuhan Awan Hujan

Molo’opu, Mololopu dan Peringatan Bencana Bagi Kepala Daerah

Puncak El Niño September dan Desember 2026

BMKG: Tidak Benar Gelombang Panas Sedang Terjadi di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.