Erwin mengatakan pandemi Covid-19 mempercepat transformasi digital, baik di sisi demand maupun customer. Kemunculan fintech sesuatu yang positif, dan sudah ada respon di perbankan. Tapi pandemi telah mempercepat transformasi di sektor keuangan.
“Transformasi di sektor keuangan bukan sesuatu yang mudah. Membuat sebuah bank baru lebih mudah dibandingkan membuat platform,” katanya.
Tahun 2020, meski masyarakat mengalami kesulitan, digital banking tetap bertahan. Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa masyarakat sudah berubah.
Melihat perkembangan teknologi dan dorongan pascapandemi ini merupakan momentum untuk akselerasi ekonomi digital. Kondisi tersebut tercermin dari perilaku masyarakat yang sebelumnya konvensional kini beralih ke teknologi digital, seperti untuk belanja online dan lain sebagainya.
“Belanja pun yang tadinya hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersier sekarang ditujukan untuk membeli kebutuhan primer seperti makanan dan lain sebagainya,” kata Rudi.
Rudi menambahkan dampak teknologi terhadap aktivitas perdagangan tercermin dari transaksi e-commerce, dan kenaikan produk 5 hingga 10 kali. Ini suatu prestasi yang baik yang ikut mendorong kontribusi pertumbuhan ekonomi.
Menurut Rudi, yang perlu didorong dan disiasati bersama dengan membuat aplikasi-aplikasi atau ekosistem ekonomi digital yang lebih baik dan nyaman, sehingga masyarakat lebih senang bertransaksi dengan digital.





Komentar tentang post