Celeste Saulo mengatakan pencairan yang dipercepat ini meningkatkan risiko bencana, mengancam ekosistem dan mengganggu siklus air.
”Sayangnya, mundurnya gletser membahayakan pasokan air yang ada bagi jutaan orang, membahayakan pasokan air minum, ketahanan pangan, dan produksi energi. Setiap pecahan derajat pemanasan itu penting,” katanya.
Selain di Newyork, peringatan Hari Gletser Sedunia, yaitu 21 Maret, dan Hari Air Sedunia pada 22 Maret berlangsung di markas besar UNESCO di Paris, Prancis, dengan meluncurkan Laporan Pembangunan Air Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa edisi 2025.
Laporan ini menyoroti pentingnya perairan pegunungan, termasuk gletser alpine, yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pasokan air dan sanitasi.
Mereka juga penting untuk memastikan ketahanan pangan dan energi bagi miliaran orang yang tinggal di dalam dan sekitar daerah pegunungan dan daerah hilir. Mereka juga mendukung pertumbuhan ekonomi melalui berbagai industri yang bergantung pada air.
Sebagai ‘menara air’ dunia, gunung adalah sumber air tawar yang penting. Mereka menyimpan air dalam bentuk es dan salju selama musim dingin, melepaskannya selama musim hangat sebagai sumber utama air tawar bagi pengguna di hilir.
Pegunungan memainkan peran unik dan penting dalam siklus air global, dan mereka memengaruhi sirkulasi atmosfer, yang mendorong pola cuaca dan curah hujan.




