Dalam diskusi tersebut, AMSI menghadirkan Ninik Rahayu (Ketua Dewan Pers), Indri D. Saptaningrum (Staf Ahli Wakil Menteri Kominfo), Dian Gemiano (Ketua Umum Indonesian Digital Association), dan Apni Jaya Putra (AI Media Development TVOne.ai yang juga pengurus AMSI).
Moderator diskusi Head of Project BBC Media Action, Helena Rea. Diskusi didukung oleh Minderoo Foundation, BNI, PT PLN, PT Telkom Indonesia, dan Astra Honda Motor (AHM).
Staf Ahli Wamen Kominfo, Indri D. Saptaningrum, mengatakan, proses penyusunan publisher rights memang sangat alot negosiasinya.
Menurut Indri, Kementerian Kominfo memastikan ada percepatan. “Jangan sungkan-sungkan untuk mengingatkan mas Wamen. Ini sudah jelang ultah ke-empat dan belum diteken,” kata Indri.
Dalam sambutan, Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyoroti pentingnya kerja sama dan sinergi antara platform dan penerbit sebagai kunci utama keberlanjutan media.
Wahyu mengatakan, “Sangat mutlak adanya kerja sama dan sinergi antara platform dengan penerbit itu sendiri. Inilah kunci dari sustainability media.”
Menurut Wahyu, pada kongres III AMSI di Bandung, Agustus 2023 lalu, seluruh anggota AMSI telah menyepakati perubahan AD/ART yang akan memberi ruang bagi pengurus nasional AMSI bernegosiasi dengan platform secara kolektif atas nama media anggota yang skalanya kecil dan menengah.




