Kita masih dapat mengetahui bagaimana para leluhur kita masa itu memanfaatkan sumber daya alam secara arif dan bijaksana. Mereka hidup beradaptasi dengan alam, mempelajarinya, dan mengambil manfaat sesuai dengan sifat dan kondisi keberadaan sumber daya alam tersebut.
“Pengaturan dan larangan yang dilakukan pada waktu itu pada dasarnya merupakan bagian dari upaya perlindungan alam dari kerusakan dan kepunahan,” kata Wamen.
Penyelenggaraan aksi bersih dan penanaman pohon di TWA Angke Kapuk dengan vegetasi hutan mangrove, sekaligus mengkampanyekan kepada masyarakat terkait pentingnya keberadaan hutan mangrove untuk melindungi kehidupan manusia. Indonesia disebutnya memiliki 3,3 juta ha hutan mangrove dan merupakan yang terbesar di wilayah tropis.
Mangrove juga disebut memiliki berbagai macam fungsi salah satunya barier penghambat tsunami. Daerah yang mangrovenya bagus ternyata mengalami kerusakan yang minimal jika ada tsunami. Selanjutnya pohon mangrove juga berfungsi untuk squestrasi karbon/penyimpan karbon.
Menurut Wamen, simpanan karbon terbesar itu ada di tanah mangrove, lebih besar 4 kali lipat dari terestrial ataudaratan.
Mangrove dapat mencegah intrusi air laut ke darat, memfilter racun-racun dari limbah/B3 dan mengandung enviromental service/jasa lingkungan berupa keindahan alam dan kesegaran, juga potensial sebagai ekowisata.





Komentar tentang post