Dalam kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 120 peserta yang sebagian besar perempuan tersebut, Susi kembali menyampaikan ajakan untuk mengakui bahwa kejahatan perikanan merupakan transnational organized crime, pentingnya menjaga laut lepas bagi keberlanjutan sumber daya ikan, dan pentingnya pengakuan hak untuk laut.
Mengenai peranan perempuan, Susi menggarisbawahi pentingnya first ladies seperi Akie Abe dan Debbie Remengesau. Menurut Susi, Ibu Negara memiliki pengaruh yang besar untuk mendorong political will untuk melindungi laut.
Pemaparan Susi mendapatkan banyak pujian dari peserta, salah satunya Kathy Matsui, Chief Japan Strategist untuk Goldman Sachs Inc. “Susi tadi menyampaikan bahwa pemberantasan IUU fishing memerlukan anggaran yang tidak terlalu banyak, namun mampu menghasilkan keuntungan yang lebih banyak untuk negara. Ini berarti pemberantasan IUU fishing merupakan sesuatu yang profitable dan harus diikuti oleh lebih banyak negara,” kata Kathy yang merupakan penulis buku Womenomics.
Acara Leading Women for the Ocean juga dihadiri oleh Akie Abe, istri Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang menyampaikan bahwa untuk melindungi bumi kita harus berfikir seperti bumi.
“Dengan pemikiran seperti itu, kita dapat memahami apa yang dibutuhkan oleh bumi untuk dilindungi,” kata Akie Abe dalam pidato sambutannya.





Komentar tentang post