Dulu, kata Ilman, saat panen biasanya petambak hanya memperoleh 50 kg untuk tambak seluas 1.200 meter persegi.
Namun, sejak didampingi oleh YKAN dan BBPBAP Jepara menggunakan teknologi semi intensif skala rumah tangga, hasil dari tambak yang sama bisa mencapai lebih dari 300 kg sekali panen dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Jika kawasan pesisir dikelola secara terpadu, akan tercipta keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat pembudidaya dan konservasi ekosistem mangrove.
Program budi daya udang secara berkelanjutan ini telah dikembangkan di Kabupaten Berau dan Kota Semarang.
“Upaya ini penting karena ekosistem mangrove yang sehat mendukung produktivitas perikanan, memberikan sumber pendapatan, perlindungan, serta berkontribusi pada ketahanan pangan dan sosial juga penurunan emisi gas rumah kaca,” kata Ilman.





Komentar tentang post