Para peneliti sebelumnya menghitung garis-garis yang terlihat jelas pada tulang belakang bangkai hiu paus. Mirip dengan cincin pada batang pohon, lingkaran ini bertambah jumlahnya seiring dengan bertambahnya umur binatang.
Tetapi para peneliti belum yakin terkait berbagai hal terkait dengan seberapa sering cincin dapat terbentuk dan alasan di baliknya.
Sekarang mereka menemukan cara yang lebih tepat dalam mengetahui umur sebenarnya dari hiu paus.
Pada akhir tahun 1940-an, beberapa negara termasuk AS, Uni Sovyet, Inggris Raya, Perancis dan China melakukan sejumlah tes bom atom di berbagai tempat yang berbeda.
Salah satu hal yang dihasilkan berbagai ledakan tersebut adalah penggandaan sejenis atom atau isotop, bernama Karbon-14 di atmosfer.
Dengan berjalannya waktu, setiap makhluk hidup di bumi menyerap Karbon-14 tambahan yang masih tersisa.
Tetapi para peneliti sekarang mengetahui tingkat kehancuran isotop. Hal ini adalah sebuah faktor penting dalam menentukan umur.

Semakin tua sebuah makhluk akan semakin banyak Karbon-14 yang ditemukan.
“Jadi binatang manapun yang hidup, kemudian menyerap peningkatan Karbon-14 ke bagian tubuh mereka yang padat atau keras,” kata penulis laporan Dr Mark Meekan dari Australian Institute of Marine Science di Perth, Australia.





Komentar tentang post