Dalam penerapan skema Energy Transition Mechanism terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan.
Pertama, signifikansi Kapasitas Pendanaan ETM dengan Kebutuhan Biaya Transisi Energi; Peran Special Misson Vehicle (BPDLH dan PT SMI) dalam Skema ETM serta BUMN (kita pahami bersama bahwa BUMN berperan besar dalam langkah energi transition ini (seperti PLN dan PERTAMINA), diiringi juga oleh swasta.
Kedua, keberadaan Pasar karbon nasional dengan kehutanan dan energi sebagai dua sektor utama. Ketiga, Kepemilikan Carbon Credit dari Hasil Early Retirement.




