Pertamina juga telah mengerahkan 3 oil skimmer untuk mengangkat dan menyedot tumpahan minyak yang berada di perairan sekitar anjungan. Selain itu, menurunkan 39 kapal untuk menampung sementara tumpahan minyak telah disedot sekaligus.
Nicke memastikan Pertamina berkomitmen untuk melakukan penanggulangan (recovery) hingga tuntas. Kompensasi sosial bagi masyarakat pun akan dilakukan secepatnya.
“Mengenai ganti rugi kita akan lakukan secepatnya. Namun kami masih berkoordinasi dengan Pemda dan Dinas terkait lainnya untuk bersama-sama merumuskan dan menetapkan standar nilai kompensasi untuk masyarakat,” ujarnya.
Terkait lingkungan, Nicke mengatakan penanganan yang dilakukan saat ini fokus untuk ada mematikan sumur YYA-1 terlebih dahulu. Penanganan ini dibantu dengan perusahaan asing Boots & Coots yang berkompeten di bidangnya.
Dalam jangka panjang, Pertamina akan melakukan CSR secara berkala dan recovery terhadap lingkungan.
“Kalau ada lingkungan yang rusak, kami berkomitmen untuk melakukan recovery. Walaupun sampai saat ini masih ada ceceran minyak yang lepas dari oil boom dan belum terambil di lautan, kami berkomitmen kemana pun spill-nya ada di lautan Indonesia akan kami kejar. Selama ini, program CSR sudah kita jalankan dengan baik dan akan kita tingkatkan,” katanya.*





Komentar tentang post