Kemampuan literasi digital akan memberikan kontrol lebih pada khalayak dalam memaknai pesan yang berlalu-lalang di media digital. Kebutuhan literasi digital ini melibatkan kompetensi teknologi, kognitif, dan sosial dalam menghadapi perubahan teknologi digital.
Pengguna atau masyarakat harus terliterasi digital agar bisa menguasai tantangan sosiologis, kognitif, dan pedagogis akibat meningkatnya penetrasi internet, yang menurut James Porter dapat memberikan kesadaran kritis ketika berhadapan dengan informasi di media sosial.
Dengan adanya literasi digital maka masyarakat dapat memproduksi pesan atau informasi serta mampu selektif dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Apalagi berdasarkan sebuah penelitian, intervensi semacam itu dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk membedakan antara berita utama dan berita palsu.
Secara konseptual, ada beberapa cara dalam meningkatkan literasi digital pada masyarakat seperti dengan mulai mengajarkan masyarakat untuk berpikir kritis terutama kritis atas informasi yang diterima dan mengajari kemampuan menguasai finding Information yaitu keterampilan dalam menganalisa sebuah informasi di internet sehingga dapat memilah secara akurat dan mengevaluasi informasi yang diterima ataupun disebarkan melalui platform digital. Skill ini menitikberatkan pada penguasaan komunikasi, kesadaran sosial dan pengetahuan tentang pembuatan informasi di lingkungan digital.




