Sayangnya dampak Covid-19 terhadap masyarakat pesisir dan nelayan kurang mendapat perhatian yang layak. Padahal selama masa normal, wilayah pesisir banyak menyumbangkan devisa negara baik dari sisi wisata, dan dari sisi hasil penjualan pangan tangkapan para nelayan.
Karena kebijakan social distancing dan pelarangan aktivitas orang otomatis berdampak kepada penurunan penjualan hasil tangkapan laut. Kondisi pasar sepi, distribusi hasil tangkapan ke wilayah luar pun terganggu karena demand yang berkurang akibat kebijakan PSBB. Dampak yang paling dirasakan juga adalah harga jual ikan yang merosot tajam.
Seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Susan Herawati, bahwa keluarga nelayan dan pelaku usaha kecil adalah salah satu kelompok yang paling rentan terkena dampak Covid-19.

Bahkan terdapat 12.827 desa di wilayah pesisir Indonesia yang harus mendapat perhatian serius. Kita semua berharap semoga ada perhatian lebih kepada masyarakat pesisir dan keluarga nelayan, karena tanpa mereka kita tidak mungkin bisa menikmati hasil laut Indonesia yang melimpah bukan?
Strategi Bertahan dalam Menghadapi Pandemi
Agar bisa bertahan dan survive menghadapi pandemi Covid 19 ini ada beberapa strategi yang dapat dilakukan. Strategi pertama adalah ubah pola pikir ke industri 4.0. Strategi ini bisa digunakan bahkan bagi pengusaha kecil dan informal.





Komentar tentang post