Oleh: Dr Lis M Yapanto, S.Pi, MM
BILA dianalisa lebih jauh, pengusaha pariwisata besar dengan modal besar ada kemungkinan masih bisa bertahan dalam menghadapi dampak ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19 ini. Dengan adanya tim manajemen, direksi dan ketahanan modal yang lebih besar, mereka sementara ini bisa bertahan dan membiayai kebutuhan operasional dan gaji karyawan dengan penyesuaian kondisi masing-masing.
Dampak yang lebih besar terkena adalah pada sektor UMKM dimana pelaku usaha kecil ini mengandalkan penjualan harian dan tidak memiliki cadangan dana yang cukup untuk bertahan menghadapi efek pandemi.
Berbeda dengan dampak krisis ekonomi tahun 1998 lalu, sektor UMKM dan informal justru menjadi “penyelamat” ekonomi Indonesia waktu itu. Tetapi kondisi saat ini berbalik, karena dampak yang paling terkena adalah sektor UMKM dan informal.
Pandemi juga Berdampak pada Masyarakat Pesisir
Selain menghantam sektor UMKM, efek domino dari pandemi ini juga berdampak kepada masyarakat pesisir yang hidupnya bergantung pada hasil laut. Indonesia adalah negara kepulauan dan salah satu penunjang kehidupan masyarakat untuk menikmati SDA pangan hasil laut adalah nelayan.
Hasil laut ini dijual dan didistribusikan selain untuk kebutuhan pangan juga untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata baik untuk hotel, restoran, dan jenis usaha lain yang saling terkait.





Komentar tentang post