ini menjadikan ikan capungan Banggai sangat rentan terhadap kepunahan. Sampai saat ini, setidaknya dua subpopulasi ikan capungan Banggai telah mengalami penurunan populasi yang sangat drastic dan punah dalam kisaran asli spesies.
Habitat perairan dangkal biasanya menjadi sasaran ancaman dari aktivitas manusia secara intensif yang mengakibatkan degradasi lingkungan, seperti alih fungsi lahan pesisir dan tekanan lingkungan dari sumber polutan.
Kemudian, ikan capungan banggai memiliki sifat paternal mouthbrooder sehingga tidak memiliki fase larva.
Jenis ikan dalam family Apogonidae umumnya bersifat paternal mouthbrooder, yaitu induk jantan mengerami telur di dalam rongga mulutnya hingga menetas menjadi larva.
Keunikan lain, fekunditas sangat rendah, perkembangan embrio panjang, pembalikan peran jenis kelamin, tidak adanya periode larva, dan perawatan lanjutan dari embrio oleh induk pasca menetas.
Individu betina ikan capungan banggai dapat memijah dengan rentang waktu sekitar 30 hari, sedangkan individu jantan memerlukan rentang waktu yang lebih lama karena harus mengerami telur.
Sebelum sel telur dan sperma dikeluarkan, individu jantan dan betina akan melakukan beberapa gerakan yang unik yang dikenal dengan “mating dance”. Individu jantan akan bergerak berputar mengelilingi betina dan sebaliknya.





Komentar tentang post