Setelah itu, ikan betina akan mengeluarkan sel telur yang diikuti oleh ikan jantan mengeluarkan sel sperma.
Setelah sel telur dibuahi, individu jantan akan menangkap sel-sel telur tersebut dan dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dierami.
Embrio membutuhkan waktu 18 – 20 hari sebelum menetas, dan setelah menetas tetap tinggal di dalam mulut individu jantan selama sekitar 5 hari.
Selanjutnya, postlarvae dikeluarkan secara bertahap dari mulut individu jantan, langsung mulai memakan makanan dari sumber yang berasal dari luar (exogenous).
Hal ini menjadikan ikan capungan banggai tidak memiliki fase pelagis berupa larva planktonik, sebagai bentuk strategi paternal care yang disebut direct development.
Fase post-larvae dilepaskan dari mulut induk jantan sekitar 7 – 10 hari setelah menetas. Pada fase ini ikan memiliki risiko besar sebagai mangsa, baik oleh spesies lain maupun kanibalisme oleh induk.
Dengan kondisi seperti ini, maka apabila terjadi kepunahan lokal (ekstirpasi), pemulihan alami hampir tidak mungkin ataupun mustahil terjadi.
Sumber: Ucu Yanu Arbi, Jurnal Oseana, Volume 47, Nomor 1 Tahun 2022: 1–11 dengan judul “Endemisme Spesies Biota Perairan: Studi Kasus pada Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni)”.





Komentar tentang post