Jejak Tionghoa di Gorontalo mencerminkan karakter kosmopolit kawasan Teluk Tomini sebagai ruang pertemuan antar etnis yang dinamis. Para pedagang Tionghoa, bersama kelompok etnis lainnya, menjadi bagian dari proses transformasi Gorontalo dari kota pesisir menjadi salah satu poros maritim yang berpengaruh di kawasan timur Nusantara saat itu. Dengan demikian, keterkaitan antara etnis Tionghoa, Gorontalo, serta Teluk Tomini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga tentang bagaimana perjumpaan budaya dan strategi politik lokal membentuk identitas kawasan ini sebagai pusat sejarah maritim yang penting.
Tom Lembong sendiri memiliki keluarga yang berasal dari kawasan Teluk Tomini. Ayah Tom adalah Yohanes Lembong atau Ong Joe Gie. Paman Tom sendiri bernama Wang You Shan atau dikenal dengan nama Eddie Lembong. Yohanes maupun Eddi merupakan anak dari sepuluh bersaudara dari pasangan Joseph Lembong dan Maria Lembong, keluarga imigran Tiongkok yang tinggal di Tinombo, Sulawesi Tengah. Eddie sendiri lahir di Tinombo, Sulawesi Tengah pada 30 September 1936.
Menurut penuturan Eddie kepada Hendri Gunawan (peneliti BRIN), Yohanes dan Eddie pernah bersekolah di di Tiong Hoa Hwee Kwan (THHK) Gorontalo. Mereka memilih THHK Gorontalo karena sekolah itu termasuk sekolah Tionghoa terbaik di kawasan Teluk Tomini saat itu.




