Kamis, Oktober 8, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

redaksi
6 Juli 2026
Kategori : Kajian
0
Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

FOTO-FOTO: FSB UNG

Persoalan ini menjadi semakin krusial dalam konteks negara pascakolonial seperti Indonesia. Banyak bangunan peninggalan kolonial memang lahir dari sistem kekuasaan yang menindas. Namun perjalanan sejarah sering kali mengubah maknanya. Tempat yang dahulu digunakan untuk kepentingan administrasi kolonial dapat berubah menjadi saksi lahirnya kesadaran kebangsaan. Dalam banyak kasus, ruang-ruang tersebut justru merekam bagaimana masyarakat lokal berhadapan dengan kolonialisme, menegosiasikan identitasnya, dan kemudian menjadi bagian dari sejarah pembentukan bangsa.

Pemahaman terhadap konjungtur historis tersebut sudah sepantasnya dijadikan landasan kesadaran bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya merawat ingatan sekaligus identitasnya. Sebab yang diwariskan melalui cagar budaya bukan semata-mata bangunan fisik. Bersamanya turut diwariskan pengetahuan tentang bagaimana suatu masyarakat terbentuk, bagaimana sejarah bekerja dalam kehidupan mereka, dan bagaimana pengalaman masa lalu dapat menjadi pijakan untuk memahami tantangan masa kini serta membayangkan arah masa depan.

Tidak Ada lagi Cerita!

Adapun, perdebatan tentang pelestarian cagar budaya sering terjebak pada anggapan bahwa upaya tersebut hanya bertujuan mempertahankan masa lalu. Pandangan semacam itu terlalu pada dasarnya sungguhlah sangat sempit.

Halaman 5 dari 8
Sebelumnya1...456...8Selanjutnya
Tags: Apriadi BumbunganCagar Budaya GorontaloFakultas Sastra dan Budaya UNGPeristiwa Patriotik 23 Januari 1942
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Gempa Bumi M5,3 Guncang Sangihe

Next Post

Esai Foto: Cagar Budaya Gorontalo itu Akhirnya Telah Musnah

Postingan Terkait

Ini Rekomendasi Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo Untuk Penyelesaian Konflik Pohuwato

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

1 Oktober 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

16 September 2026

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Next Post
Esai Foto: Cagar Budaya Gorontalo itu Akhirnya Telah Musnah

Esai Foto: Cagar Budaya Gorontalo itu Akhirnya Telah Musnah

TERBARU

Sistem Peringatan Dini Terkait Suhu Panas dan Kesehatan Berpotensi Melindungi 1,5 Miliar Orang

Ratusan Ilmuwan dan Pakar Kesehatan Dorong Penguatan Tata Kelola Penanganan Panas.

Panas Ekstrem Membahayakan Kesehatan Ibu dan Bayi

Mahasiswa UNG Juara Pertama Kompetisi Esai Nasional

2 Prodi Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG Raih Akreditasi Unggul

Api di Lahan Gambut Bisa Padam Apabila Terendam Air

AmsiNews

REKOMENDASI

Hak Publik Mendapat Informasi Dibahas di Gorontalo

Eks Siklon Tropis Billy Berdampak Tidak Langsung pada Gelombang Laut

Soal Reklamasi, Harus Ada Keberpihakan Bagi Masyarakat Pesisir

KLHK Melepas 65 Ekor Burung di Kawasan Angke Kapuk

Topan Super Mawar Bawa Gelombang Tinggi 19 Meter

Ekoteologi dan Kearifan Lokal Dinilai Jadi Kunci Menghadapi Krisis Lingkungan di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.