Rabu, Mei 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Rantai Pasok Perikanan dan Tantangan yang Dihadapi Nelayan di Indonesia

redaksi
2 Juni 2020
Kategori : Kajian
0
Rantai Pasok Perikanan dan Tantangan yang Dihadapi Nelayan di Indonesia

Dr Lis Melissa Yapanto. FOTO: KOLEKSI LIS M. YAPANTO

• Kesenjangan antara nelayan besar dan nelayan kecil. Hal ini disebabkan oleh belum adanya koordinasi yang baik antara sesama nelayan, dan juga cara pemasaran yang masih menggunakan cara tradisional. Sedangkan nelayan besar sudah bekerjasama dengan perusahaan.

• Kendala proses distribusi dan pengiriman ikan. Proses pengiriman ikan dari daerah, seringkali hanya dimungkinkan dengan menggunakan transportasi laut. Sedangkan transportasi modern masih belum merata sampai ke pelosok daerah.

• Pengawasan mutu ikan yang dihasilkan masih rendah di beberapa daerah. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya nelayan yang belum mengerti mengenai pengawasan kualitas produk. Kemudian masih sangat bergantung dengan kondisi iklim dan cuaca Karena masih banyak menggunakan cara penangkapan ikan tradisional.

• Kendala terbaru yang harus dihadapi oleh nelayan adalah kondisi pandemi Covid-19. Menurut Direktur Jenderal perikanan Tangkap kementerian Kelautan dan Perikanan M. Zulficar Mochtar, sejak pandemi terjadi di saat awal Maret 2020 nelayan dan pelaku usaha perikanan sudah mengalami kerugian. Hal ini dikarenakan proses penangkapan ikan masih terus berlangsung, sedangkan permintaan pasar sudah jauh menurun. Kondisi ini menyebabkan penurunan pendapatan nelayan yang sangat signifikan akibat hasil tangkapan ikan yang diperoleh tidak dapat terjual. Kerugian ini dirasakan baik oleh nelayan kecil maupun nelayan besar.

Halaman 4 dari 6
Sebelumnya1...3456Selanjutnya
Tags: Covid-19Dr Lis Melissa YapantoFPIK UNGNelayanPerikanan
Bagikan119Tweet73KirimKirim
Previous Post

Baju APD Coverall Buatan Indonesia Standar WHO

Next Post

Blacktip Reef Shark, Hiu yang Dilindungi di Raja Ampat

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Next Post
Blacktip Reef Shark, Hiu yang Dilindungi di Raja Ampat

Blacktip Reef Shark, Hiu yang Dilindungi di Raja Ampat

Komentar tentang post

TERBARU

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Depresi Tropis Terbentuk di Laut Filipina, Samudra Pasifik Barat

Topan di Korea Selatan, Ribuan Orang Mengungsi dan Rumah Tanpa Listrik

Gempa Pohuwato Terjadi Karena Sesar Oblique, Berasosiasi dengan Subduksi Sulawesi Utara

Setelah India Gelombang Panas Menyelimuti Eropa, Amerika Serikat, China dan Jepang

Memperingati Dies Natalis ke-60, UNG Menggelar Tenda Tensi dan Konferensi Internasional

AI in Sports: How Artificial Intelligence is Changing Game Analysis – Hidden Insights

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.