Namun, alat ini memiliki beberapa kelemahan. Semua data harus dimasukkan ke dalam alat dengan menggunakan kode angka, sehingga hal ini menjadi sulit dan tidak praktis, karena nelayan harus menghafal nama-nama ikan dengan kode angka.
Untuk mengatasi masalah yang terjadi pada penggunaan perangkat keras elektronik log book berbasis keypad, P3TKP pada 2012 mengembangkan perangkat keras elektronik log book berbasis layar sentuh.
Sensor layar sentuh adalah panel kaca transparan dengan permukaan yang responsif terhadap sentuhan. Menyentuh layar dapat menyebabkan perubahan tegangan atau sinyal. Perubahan ini digunakan untuk menentukan lokasi sentuhan pada layar.
Setelah dilakukan uji coba pada nelayan di atas kapal, ada beberapa kelemahan pada alat ini. Ukuran layar sentuh yang kecil menyebabkan tulisan yang terbaca juga kecil. Alat yang harus selalu terhubung ke sumber listrik juga menimbulkan persoalan, karena suplai listrik di kapal saat beroperasi di tengah laut tidak selalu tersedia selama 24 jam dengan alasan penghematan bahan bakar.
Selain itu, kabel antena GSM/GPRS yang terlalu panjang juga merepotkan nelayan dalam mengoperasikan alat. Selain itu, setelah mendapat masukan dari pihak Ditjen Perikanan Tangkap – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku penyelenggara sistem log book penangkapan ikan di Indonesia, sistem penyimpanan data pada alat elektronik log book juga harus diubah.





Komentar tentang post