Horemheb dan pasukannya yang ganas memporak-porandakan Kota Aton, pemakaman dihancurkan, gudang, dan lumbung pangan dibakar, sumber mata air yang jernih, perkebunan kurma yang panjang tak berujung, serta lahan-lahan perkebunan yang diberkahi tak luput dari penghancuran. Perpustakaan yang membuat tulisan dan dokumen-dokumen resmi dilahap api kurang satu minggu, langit diselimuti asap hitam selama tujuh hari tujuh malam dan abu gulungan kertas menghujani seluruh kota.
Sementara itu, pangeran Utara salah satu putra Raja Akhen berhasil lolos dari pembunuhan massal yang nanti akan mewariskan tahta kerajaan, karena tak sengaja diduga sebagai anak penduduk rakyat biasa. Di mana memberikan harapan besar komandan Horemheb yang ingin membawanya sebagai tawanan pribadi. Namun, setelah pertempuran berdarah dia tak mampu bersaing dengan para pendeta dari Memphis, Horemheb pun menghentikan peperangan dan menyerahkan pewaris kerajaan kepada mereka dan memerintahkan pusat kerajaan kembali ke ibukota Memphis.
Masa Pendidikan di Akademi Kerajaan
Ibu dan ayah Asiyah meninggal ketika Ia masih bayi. Ia kemudian dibesarkan oleh Apa seorang pengasuh abdi tua kerajaan, Apa kedua matanya yang dibutakan dengan besi panas sebagai hukuman karena melindungi Asiyah yang masih kecil.




