Hari-hari perjalanan dari kota Aton ke Memphis ditempuh tujuh hari penuh kepedihan. Siti Asiyah dalam perjalanan ini dihibur oleh Apa menuju pada kehidupan yang berbeda. Ketika imigran terus berjalan dengan berbagai macam kesulitan, Apa menyusun daftar anak-anak yang akan dimasukan ke dalam akademi kerajaan di Memphis. Orang-orang terasing dari Armana ditempatkan berdasarkan kelompok-kelompok dan bidang pekerjaan.
Anak-anak yang tercatat dalam daftar kerajaan dimandikan sepuluh kali, mereka memakai rambut palsu setelah rambut mereka dipotong, mengenakan seratus riasan dan berbalut pakaian berwarna emas. Setelah mendapatan penyucian dengan Ziggurat (tempat ibadah kepada dewa-dewa oleh masyarakat Mesopotamia kuno) yang suci di halaman luar akademi, mereka diterima sebagai bagian Memphis, sedangkan Apa sang pengasuh dipanggil dengan dengan sebutan Taya. Ia ditugaskan dibawah perintah akademi memberikan pendidikan kepada anak-anak istimewa yang datang dari Amarna dan menjadikan mereka sebagai abdi istana Memphis.
Akademi kerajaan sebuah institusi yang didirikan untuk mempersiapkan peran dan tugas mereka di masa depan, dengan kurikulum yang disiapkan untuk mendidik anak-anak istimewa. Akademi membebaskan murid-muridnya, akan tetapi, hampir semua siswa dipantau dengan kurikulum yang disiapkan secara khusus untuk mendisiplinkan setiap siswa. Akademi ini, menampung dan mendidik siswa sejak berumur empat tahun dampai dua puluh lima tahun dengan ketat menanamkan nilai-nilai dan budaya Mesir. Meskipun diantara siswa kelak ada yang menjadi seorang Raja, huhungan antara akademi dengan siswanya tak pernah terputus.




