Tsunami Digital di Gorontalo: Dari Panik ke Humor
Respon soal gempa oleh masyarakat mendapatkan titik klimaksnya. Pada pagi hari Rabu, 30 Juli 2025, pukul 06.24:50 WIB, gema dari gempa tektonik berkekuatan M8,7 menggema tidak hanya di lepas pantai Kamchatka, Rusia, tetapi ke ruang sosial di Gorontalo. BMKG merilis peringatan potensi tsunami lintas samudra termasuk untuk wilayah Gorontalo. Dalam hitungan menit, masyarakat Gorontalo terbelah dua: sebagian berlarian ke bukit tanpa jalur evakuasi resmi, sebagian lain mengubah ancaman menjadi lelucon digital dengan menertawakan ancaman itu lewat meme dan story WhatsApp serta Instagram dan Facebook.
Lelucon yang muncul mencerminkan kreativitas sekaligus kegelisahan. Di tengah peringatan tsunami, linimasa Gorontalo berubah menjadi panggung humor kolektif. Muncul meme “Tsunami Half Marathon” lengkap dengan kategori 5K, 10K, dan hadiah “BPJS plus uang tunai 180 juta,” disusul poster parodi “Seruan Aksi: Tolak Stunami Datang di Gorontalo” di Bone Pesisir.
Story Instagram dan grup WhatsApp ramai dengan lelucon berbahasa lokal: “Ada suru ba waspada, kiapa ngoni b kumpul di pante sanaaaaaa? Tsunami ini bukan orang anyor eyi, weeeee tan apa juw”. Ada pula sindiran sosial, “Ini tsunami sama deng bansos mo sampe kamari kurang sadiki, tidak sama deng yang dari pusat”, dan humor khas Gorontalo: “Bisa dipastikan, sore nanti arah pantai Leato dan Pabean akan macet diakibatkan warga yang ingin melihat tsunami. Gorontalo ini Boss”.




