Rabu, Juni 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Sosiologi Bencana di Gorontalo: Sejarah Gempa, Peringatan Tsunami, dan Lelucon yang Berisiko

redaksi
1 Agustus 2025
Kategori : Kajian
0
Catatan Tsunami Teluk Tomini 83 Tahun Lalu

Tsunami di Teluk Tomini. GAMBAR: DARYONO/TWITTER

Lelucon-lelucon ini bukan sekadar hiburan, tapi merefleksikan respon sosial yang ambigu antara panik, sinisme, dan mekanisme bertahan di tengah risiko yang nyata. Lelucon-lelucon ini bukan sekadar hiburan sesaat, tapi menjadi mekanisme sosial untuk meredam ketegangan dan ketakutan kolektif, meski sekaligus memperlihatkan lemahnya internalisasi protokol resmi kebencanaan.

Beberapa jam kemudian, klarifikasi datang, tsunami tak akan terjadi. Laut tetap tenang, tetapi gempa ini mengguncang satu hal yang lebih penting—kesiapsiagaan sosial kita.

Mengapa Respons Jadi Tawa: Analisis Sosiologi Bencana

Peringatan dini adalah ujung tombak negara modern dalam menghadapi bencana. BMKG bekerja berdasarkan model fisik; data gempa Rusia dianalisis lalu disebarkan sebagai pengumuman waspada. Di Gorontalo, respons resmi tampak lamban dalam merangkai narasi lanjutan. Pemerintah daerah menginformasikan agar ada potensi tsunami, warga harus waspada, tapi hal itu tidak ditindaklanjuti secara komprehensif dengan mengaktifkan kanal komunikasi dua arah yang menginternalisasi perubahan informasi (misalnya pencabutan status waspada), memberikan gambaran peta evakuasi, hingga informasi terkait pusat informasi resmi.

Ketidakjelasan itu direspon oleh masyarakat selain dengan kepanikan refleks, tetapi juga meng-cover kekosongan informasi dengan humor kolektif. Reaksi spontan masyarakat memperlihatkan dua wajah yang kontras yakni ketakutan instingtif dan humor kolektif. Dalam perspektif sosiologi bencana, pola ini menandai lemahnya literasi risiko dan rapuhnya kepercayaan pada sistem peringatan resmi.

Halaman 4 dari 10
Sebelumnya1...345...10Selanjutnya
Tags: Dr Funco TanipugorontaloPeringatan TsunamiSejarah Tsunamiteluk tomini
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

AMSI Kecam Teror Digital terhadap Sejumlah Media di Kepulauan Riau

Next Post

KKP Susun Peta Sebaran Terumbu Karang dan Padang Lamun Indonesia

Postingan Terkait

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

3 Juni 2026
Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Next Post
KKP Susun Peta Sebaran Terumbu Karang dan Padang Lamun Indonesia

KKP Susun Peta Sebaran Terumbu Karang dan Padang Lamun Indonesia

TERBARU

2.994 Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, Korban Tewas 45 Orang

Kondisi El Niño di Samudra Pasifik

UNG Umumkan Hasil Seleksi Mandiri Prestasi 2026

UNG Seleksi 170 Kandidat Beasiswa ADik 2026

4 Juta Pelajar dan 156 Ribu Guru Terdampak Gempa Sarangani di Mindanao, 1.000 Ruang Kelas Rusak

95 Rumah dan 8 Gedung Mengalami Kerusakan di Sulawesi Utara Akibat Gempa Sarangani di Laut Sulawesi

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal Nur Allya Mengalami Likuifaksi

Apa Itu Nilai Tukar Nelayan

Kapal Hybrid Penangkap Rajungan Ramah Lingkungan

Potensi Bencana Hidrometeorologi dan Pelayaran

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

World Clean Up Day, Turis Asing Bersihkan Sampah Plastik di Pantai Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.