Selasa, Juli 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

2018, Penerimaan ke Kas Negara dari TN Komodo Rp 33,16 Miliar

redaksi
27 Januari 2019
Kategori : Konservasi
0
TN Komodo

FOTO: YOUTUBE/KLHK

SEJAK 2014 hingga 2018 terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional (TN) Komodo.

Pada 2014 jumlah pengunjung tercatat sebanyak 80.626 orang, meningkat menjadi 95.410 di tahun 2015. Tahun 2016 sebanyak 107.711 pengunjung dan 2017 tercatat sebanyak 125.069.

Sebagai salah satu kawasan wisata yang sangat terkenal di mancanegara, pengunjung ke TN Komodo terus mengalami peningkatan. Pada 2018, jumlah wisatawan meningkat menjadi 159.217 pengunjung.

Dengan tiket masuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 150 ribu dan wisatawan nusantara sebesar Rp 5 ribu, penerimaan pungutan yang disetor Balai TN Komodo ke kas negara juga terus meningkat. Tiket masuk ini berdasarkan PP nomor 12 tahun 2014 tentang Penerimaaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Penerimaan ke kas negara pada 2014 sebanyak Rp 5,4 M, tahun 2015 sebesar Rp 19,20 M. Pada 2016 penerimaan ke kas negara meningkat menjadi Rp 22,80 M dan 2017 sebanyak 29,10 M.

Tahun 2018, penerimaan negara bukan pajak dari TN Komodo mencapai Rp Rp 33,16 M.

Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke TN Komodo berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat dan wilayah sekitarnya. Selain komodo, saat ini terdapat 42 dive and snorkeling spot yang juga menjadi daya tarik bagi para wisatawa.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: KLHKTaman Nasional Komodotaman nasional tertua
Bagikan12Tweet1KirimKirim
Previous Post

Komodo, Salah Satu Taman Nasional Tertua di Indonesia

Next Post

Penutupan Sementara TN Komodo Perlu Dibahas Bersama

Postingan Terkait

Stop Perburuan Paus dan Lumba-lumba

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

15 Juli 2026
Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

14 Juli 2026

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Tiga Spesies Baru Kantong Semar di Sulawesi dan Papua Memperkaya Daftar Flora Indonesia

Next Post
TN Komodo

Penutupan Sementara TN Komodo Perlu Dibahas Bersama

Komentar tentang post

TERBARU

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit 99S Akan Berkembang Menjadi Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Indonesia

Fakultas Ekonomi UNG Menggelar Temu Masyarakat Akuntansi

Telkom University dan LIPI Kembangkan Robot Untuk Sterilisasi Covid-19

Mendebarkan, Pengayuh Kayak Dikelilingi 3 Paus Pembunuh di Perairan Sakhalin

Kapal Pesiar Jerman Berhenti Operasi, 1477 ABK Indonesia Kembali ke Indonesia

Perukyah Dari Jawa Timur, Sulawesi Tengah, NTB dan Jakarta Melihat Hilal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.