Jumat, September 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

2018, Penerimaan ke Kas Negara dari TN Komodo Rp 33,16 Miliar

redaksi
27 Januari 2019
Kategori : Konservasi
0
TN Komodo

FOTO: YOUTUBE/KLHK

SEJAK 2014 hingga 2018 terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional (TN) Komodo.

Pada 2014 jumlah pengunjung tercatat sebanyak 80.626 orang, meningkat menjadi 95.410 di tahun 2015. Tahun 2016 sebanyak 107.711 pengunjung dan 2017 tercatat sebanyak 125.069.

Sebagai salah satu kawasan wisata yang sangat terkenal di mancanegara, pengunjung ke TN Komodo terus mengalami peningkatan. Pada 2018, jumlah wisatawan meningkat menjadi 159.217 pengunjung.

Dengan tiket masuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 150 ribu dan wisatawan nusantara sebesar Rp 5 ribu, penerimaan pungutan yang disetor Balai TN Komodo ke kas negara juga terus meningkat. Tiket masuk ini berdasarkan PP nomor 12 tahun 2014 tentang Penerimaaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Penerimaan ke kas negara pada 2014 sebanyak Rp 5,4 M, tahun 2015 sebesar Rp 19,20 M. Pada 2016 penerimaan ke kas negara meningkat menjadi Rp 22,80 M dan 2017 sebanyak 29,10 M.

Tahun 2018, penerimaan negara bukan pajak dari TN Komodo mencapai Rp Rp 33,16 M.

Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke TN Komodo berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat dan wilayah sekitarnya. Selain komodo, saat ini terdapat 42 dive and snorkeling spot yang juga menjadi daya tarik bagi para wisatawa.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: KLHKTaman Nasional Komodotaman nasional tertua
Bagikan12Tweet2KirimKirim
Previous Post

Komodo, Salah Satu Taman Nasional Tertua di Indonesia

Next Post

Penutupan Sementara TN Komodo Perlu Dibahas Bersama

Postingan Terkait

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026
Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

30 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
TN Komodo

Penutupan Sementara TN Komodo Perlu Dibahas Bersama

Komentar tentang post

TERBARU

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

AmsiNews

REKOMENDASI

BMKG Pantau Hilal di 37 Lokasi di Indonesia

Flu Burung, Indonesia Perkuat Pengawasan di Pintu Masuk Negara

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

Tahun 2022, Jawa Barat dan Jawa Timur Terbanyak Kejadian Bencana Alam

Lebih Dari Setengah Miliar orang Hidup Tanpa Listrik di Dunia

Hidup 11 Ribu Tahun, Ini Spesimen Spons Kaca yang Diidentifikasi Tahun 1904

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.