Orang-orang berbondong-bondong ke Amerika Serikat bagian timur untuk berburu ikan sturgeon dan memanen telur berharga tersebut.
Sebutannya “Black Gold Rush” yang berkontribusi pada penurunan drastis populasi sturgeon Atlantik.
Namun, tangkapan sampingan yang tidak disengaja oleh gillnet dan trawl perikanan komersial masih menimbulkan risiko besar bagi spesies tersebut.
Pencemaran air, bendungan, pengerukan, dan hantaman kapal juga mengancam spesies ini.
Ikan Sturgeon Atlantik dapat tumbuh hingga 16 kaki (feet).
Keempat, Paus Pembunuh Palsu
Paus pembunuh palsu (false killer whale) termasuk dalam keluarga lumba-lumba. Sejak 1980-an populasi paus pembunuh palsu menurun.
Berkurangnya spesies ini di lautan karena aktivitas perikanan yang tidak ramah lingkungan.
Paus pembunuh palsu memiliki ikatan sosial yang kuat dan membentuk kelompok untuk berburu dan berbagi makanan bersama.
Interaksi dengan perikanan rawai telah berkontribusi terhadap penurunan spesies ini.
Kelima, Ikan Kerapu Teluk
Ikan kerapu teluk tergolong bertubuh besar. Akan tetapi hewan laut ini termasuk salah satu spesies yang berada dalam bahaya kepunahan.
Ikan ini memakan semua jenis mangsa dengan menggunakan mulutnya yang menonjol untuk menelan ikan dan kepiting utuh.
Setelah dewasa, kerapu teluk berkumpul dalam kelompok besar di terumbu bawah laut untuk berkembang biak setahun sekali.





Komentar tentang post