Mustari banyak melakukan penelitian antara lain mengenai keanekaragaman hayati dan konservasi di Bio-Region Wallacea.
Menurut Mustari mengenai penyebaran alami babirusa di Sulawesi bagian utara dan Gorontalo, satwa ini hanya dapat ditemukan di bagian barat di kawasan Taman Nasional Bogani-Nani Wartabone, Suaka Margasatwa Nantu dan Pegunungan Boliyohuto, dan Cagar Alam Panua.
Populasi babirusa juga ditemukan di sebelah barat pada hutan-hutan yang masih tersisa di Randangan dan daerah Buol Toli-Toli yang merupakan batas paling barat dari penyebaran di Sulawesi.
Di Sulawesi Tengah babirusa terdapat di Taman Nasional Lore Lindu, Taman Nasional Morowali dan di daerah Luwuk dan Balantak.
Di Sulawesi Selatan, babirusa dapat dijumpai di bagian utara provinsi ini di kawasan hutan yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah, Cagar Alam Faruhumpenai.
Di Sulawesi Tenggara, babirusa terdapat di Taman Nasional Rawa Aopa Watumahai, Suaka Margasatwa Tanjung Peropa.
Sementara di Kepulauan Togean, Babyrousa togeanensis terdapat di empat pulau yaitu Pulau Malenge, Talatakoh, Togean dan Batudaka.
Selanjutnya di Maluku dan Maluku Utara, babirusa terdapat di Pulau Buru dan Kepulauan Sula (Taliabu dan Xanana).
Habitat babirusa adalah hutan hujan dataran rendah. Satwa ini menyukai kawasan hutan di mana terdapat aliran sungai, sumber air, rawa, dan cerukan-cerukan air yang memungkinkannya mendapatkan air minum dan berkubang.





Komentar tentang post