Babirusa mengunjungi mata air dan tempat asin yang berasa garam (salt lick) secara teratur. Hal ini untuk mendapatkan garam-garam mineral untuk membantu pencernaannya.
Babirusa sering terlihat mandi di kubangan yang airnya agak bersih dan tidak becek, dan pada musim panas sering terlihat berendam di sungai.
Babirusa sering mengunjungi sumber air panas yang kaya akan mineral seperti yang terdapat di Suaka Margasatwa Nantu di Gorontalo.
Berdasarkan PermenLHK No.P.106/2018 tiga spesies babirusa ini dilindungi pemerintah RI.
Sementara menurut IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) status konservasi Babyrousa celebensis (VU), B. togeanensis (EN), dan B. babyrussa (VU).
Status konservasi IUCN Red List kategori Endangered (EN: Terancam) adalah status kosnervasi untuk spesies yang sedang menghadapi risiko kepunahan di alam liar pada waktu dekat. Vulnerable (VU: Rentan) merupakan status konservasi untuk kategori spesies yang menghadapi risiko kepunahan di alam liar di waktu yang akan datang.
Menurut CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam babirusa masuk Appendix I.





Komentar tentang post