Sementara itu, ada alasan besar untuk melindungi paus dari perubahan iklim: keberadaan mereka membantu melindungi kita dari perubahan iklim.
Kotoran mereka membantu memberi makan fitoplankton, yang berfotosintesis dan menyerap karbon dioksida. Kotoran yang tenggelam ke dasar laut menyerap gas rumah kaca yang mengubah dunia.
Demikian pula tubuh paus, menyimpan sejumlah besar karbon yang dapat diserap ketika mati.
4. Plastik: Ancaman yang Menyakitkan
Ketika paus secara tidak sengaja mengonsumsi sampah plastik yang mereka temukan terapung di lautan, akibatnya bisa mematikan – baik secara langsung maupun perlahan-lahan.
Hasil penyelidikan kematian paus menemukan plastik sebagai penyebabnya. Salah satu contoh terbaru terjadi di Bangladesh. Dua paus mati terdampar di dekat resor pada bulan April.
Dan ingat spesies paus yang baru saja ditemukan, salah satu alasan kita mengetahui spesies itu ada karena bangkai yang terdampar di dekat Florida Everglades pada tahun 2019.
Ilmuwan menemukan bahwa paus ini mati karena sepotong plastik kecil bergerigi 2,5 inci yang bersarang di perutnya dan menyebabkan pendarahan internal dan nekrosis.
Partikel plastik yang lebih kecil mungkin juga memiliki implikasi kesehatan bagi paus, bahkan di lokasi yang paling terpencil sekalipun.





Komentar tentang post