Awalnya, paus sperma kerdil ini terdampar masih dalam keadaan hidup. Tim BKSDA, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Denpasar, Polair, WWF-ID, TCEC Serangan, Bali Bersih dan Indonesia Aquatic Megafauna, I AM) Flying Vet melakukan pertolongan pertama dengan cara menghalau paus kembali ke laut lepas.
Paus sempat berenang ke tengah tetapi berenang kembali ke tepi dalam kondisi lemas.
Tim akhirnya memutuskan untuk melakukan perawatan dan mengevakuasi paus ke Bali Exotic Marine Park. Ditempat ini terdapat sarana perawatan yang memadai.
Namun dalam perjalanan, paus mengalami kematian. Selanjutnya tim melakukan identifikasi, pengukuran morfologis dan nekropsi untuk mengetahui penyebab kemantian paus tersebut. Nekropsi dilakukan oleh tim dokter hewan gabungan I AM Flying Vet dan Wersut Seguni Indonesia (WSI).*





Komentar tentang post