Kamis, Juni 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

Burung-burung di Pesisir Gorontalo Terkontaminasi Merkuri

redaksi
1 Juli 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0

Prof. Dr. Ramli Utina. FOTO: DARILAUT.ID

Gorontalo – Burung-burung yang mencari mangsa di perairan pesisir dan laut di Provinsi Gorontalo terkontaminasi logam berat merkuri. Hasil penelitian yang dilakukan dosen Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Prof Dr Ramli Utina menemukan sejumlah spesies burung yang telah tercemar merkuri.

“Di pesisir Gorontalo Utara empat spesies dan di Pohuwato tujuh spesies burung terakumulasi logam merkuri,” kata Ramli Minggu (1/7).

Burung-burung ini hidup dan mencari makan di pesisir Gorontalo Utara, Laut Sulawesi dan pesisir Pohuwato, Teluk Tomini. Burung-burung predator ini makanannya ikan, serangga dan invertebrata lainnya di pesisir.

Menurut Ramli, empat jenis burung yang terbanyak hadir di pesisir Gorontalo Utara mencari makan terutama pada saat air surut. Sebagian besar burung pesisir ini membuat sarangnya di pulau-pulau terdekat dengan pantai Utara, seperti di pulau Raja.

Burung-burung ini, telah mengonsumsi biota seperti ikan, kepiting, kerang dan moluska yang hidup di perairan yang tercemar logam berat. “Di Marisa biota yang menjadi mangsa burung antara lain Ikan, krustasea, pelecypoda, dan gastropoda,” katanya.

Burung-burung yang menggunakan habitat perairan pesisir sangat rentan terhadap pencemaran perairan. Spesies burung sebagai predator puncak, mencari makan berbagai biota perairan. Rantai makanan telah tercemar limbah merkuri, diindikasikan pada tubuh biota perairan.

Masuknya logam merkuri ke dalam sistem ekologi ini dapat memberikan pengaruh secara beruntun pada biota. Mulai dari tingkatan tropik yang paling rendah sampai dengan tingkatan tropik teratas. Biota seperti ikan, kepiting dan kerang yang hidup di perairan pesisir dapat mengkonsumsi logam merkuri dari perairan yang tercemar.

Jika ikan, kepiting, kerang ini masuk dalam rantai makanan, terjadi akumulasi logam merkuri yang cukup tinggi dalam tubuh burung air. Kondisi ini dapat menyebabkan kelainan, gangguan penyakit dan kematian.

Empat jenis burung yang terkontaminasi merkuri di pesisir Gorontalo Utara, yakni Tringa sp. (Trinil). Burung ini terkontaminasi merkuri lebih tinggi dalam organ ginjal. Seperti jenis Tringa melanoleuca kandungan merkuri (0.43 ppm). Kemudian jenis Butorides striatus (0.22 ppm), Actitis hypoleucos (0.19 ppm), dan Pluvialis squatarola (0.11 ppm).

Dalam organ hati, kandungan merkuri terbesar jenis Tringa melanoleuca (0.31 ppm), Actitis hypoleucos (0.18 ppm), organ hati pada Butorides striatus (0.17 ppm) dan Pluvialis squatarola (0.10 ppm).

Merkuri juga ditemukan pada jaringan otot dada burung. Burung jenis Tringa melanoleuca (0.31 ppm), Butorides striatus (0.12 ppm), Actitis hypoleucos dan Pluvialis squatarola kandungan merkuri pada otot dada (0.10 ppm).

Di pesisir Pohuwato, tujuh spesies burung yang mencari mangsa di perairan pesisir telah diidentifikasi terakumulasi merkuri. Tujuh spesies burung itu, yakni Tringa glareola (0,3537 ppm), Butorides striatus (0,1070 ppm) dan Himantopus leucocephalus (0,5756 ppm). Selain itu, Anas gibberifrons (0,0962 ppm), Todirhamphus chloris (2,3447 ppm), Numenius phaeopus (0,2961 ppm) dan Nycticorax nycticorax (0,2484 ppm).*

Tags: gorontalo utaralaut sulawesimerkuripohuwatoteluk tomini
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Peneliti: Populasi Penyu di Sumatera Barat 30 Ribu Ekor

Next Post

Rekaman 10 Tahun Hiu Paus di Perairan Gorontalo

Postingan Terkait

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

17 Juni 2026
3 Tahun Darilaut.id

Krisis Polusi Plastik Mencekik Lautan, Bahan Alternatif  Terhambat tarif dan Peraturan

11 Juni 2026

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Next Post
Rekaman 10 Tahun Hiu Paus di Perairan Gorontalo

Rekaman 10 Tahun Hiu Paus di Perairan Gorontalo

Komentar tentang post

TERBARU

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Hampir 74 Ribu Unit Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani di Mindanao, 68 Orang Tewas

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Sistem Peringatan Dini Banjir Hingga Smart Environment for Healthy Skin Karya Inovatif Mahasiswa Teknik Elektro UNG

Bambu Solusi untuk Deforestasi, Telah Diperkenalkan untuk Kurikulum Sekolah

Laut yang Hangat Memicu El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Petisi Menghentikan Pentas Lumba-lumba Keliling di Indonesia

10 Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor, Bali Teratas

1.181 Mahasiswa Dari 36 Provinsi Raih Gelar Guru Profesional di UNG

Waspada Cuaca Ekstrem Awal Ramadan 4 – 10 Maret

Isu Mamalia Laut Berdampak pada Perdagangan Perikanan Internasional

Muat Limbah CPO Tanpa Surat Berlayar, Kapal Bahtera Sukses Bersama Ditangkap

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.