Drone ini dapat menampilkan langsung “live streaming” gambar bawah air ke laptop atau komputer operator. Program komputer berisi perintah tentang rencana arah gerak drone dalam bentuk titik-titik yang akan dilalui atau waypoints atau lintasan yang ditempuh.
Selain itu, drone ini dilengkapi dengan data logger untuk menyimpan hasil pengamatan yang diamati kembali (replay) atau dianalisis lebih lanjut.
Uji coba penggunaan drone ini berhasil dilakukan di perairan kawasan konservasi lamun, Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Drone permukaan laut ini bagian dari Internet of Things of Seagrass untuk mengembangkan sistem observasi dan basis data tentang ekosistem lamun. Riset pengembangan ini didanai lewat DDRG (Demand Driven Research Grant) Coremap-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).*
Sumber: ipb.ac.id





Komentar tentang post