Senin, Mei 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dinasti Krakatau, Letusan 100 Ribu Tahun Lalu Membelah Jawa dan Sumatera

redaksi
16 Juni 2020
Kategori : Berita
0
Dinasti Krakatau, Letusan 100 Ribu Tahun Lalu Membelah Jawa dan Sumatera

Kapal uap “Berouw” berpindah 3,3 kilo meter dari tempatnya berlabuh karena hempasan gelombang tsunami akibat letusan gunungapi Krakatau pada 27 Agustus 1883. GAMBAR: SIMKIN & FISKE/NONTJI (1993)

Darilaut – Berdasarkan hipotesis ilmuan letusan gunung api 100.000 ribu tahun lalu telah memisahkan pulau Jawa dan Sumatera.

Ahli Vulkanologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Eng Mirzam Abdurrachman, mengatakan, leluhur gunungapi tersebut sering disebut sebagai Proto Krakatau atau Krakatau Purba.

Terdapat 3 era dalam dinasti Krakatau. Dinasti Krakatau ini mulai dari Era Kegelapan, Hindia Belanda, dan Indonesia.

Pada era kegelapan berkisar 600.000 tahun yang lalu. Hipotesis ilmuan, terjadi letusan gunung api pada daerah ekuator bumi sekitar 100.000 tahun yang lalu dengan 27 titik di antaranya berada di Indonesia.

Sehingga letusan yang terjadi pada Proto Krakatau diprediksi menghasilkan kaldera dan membelah Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Dilansir Itb.ac.id, dalam diskusi daring, menurut Mirzam, di masa Hindia-Belanda mulai dilakukan penyusunan peta topografi dan vulkanologi yang dibuat oleh Junghuhn selama dua periode hingga 1855. Untuk mempelajari waktu letusan Gunung Krakatau Purba yang lebih akurat, digunakan catatan sejarah dengan judul Catatan Pustaka Raja Purwa yang disusun oleh Ranggawarsita.

Merujuk pada catatan itu, disebutkan terdapat gunung meletus yang terletak di Selat Sunda dan disusul oleh gunung-gunung lain yang berada di barat. Namun terjadi ketidakpastian waktu antara tahun 416 atau 535 Masehi yang membutuhkan analisis lebih mendalam agar dapat diketahui lebih tepat.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Gunung Anak KrakatauGunung ApiITBTsunami Selat Sunda
Bagikan16Tweet8KirimKirim
Previous Post

Kondisi Sumber Gempa dan Tsunami di Indonesia Beragam

Next Post

AMSI Perkuat Ekosistem Jurnalisme Digital yang Berkualitas

Postingan Terkait

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

25 Mei 2026
SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

24 Mei 2026

Ukuran Kuda Laut yang Dapat Ditangkap Minimal 10 cm dan Tidak Bunting

Musim Badai Atlantik dan El Nino

Musim Siklon Tropis di Atlantik 2026 di Bawah Normal

Bibit Siklon Tropis 99W Terletak di Selatan Guam

Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Perempuan Berisiko Terkena Dampak Wabah Ebola

Next Post
AMSI Perkuat Ekosistem Jurnalisme Digital yang Berkualitas

AMSI Perkuat Ekosistem Jurnalisme Digital yang Berkualitas

Komentar tentang post

TERBARU

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Ukuran Kuda Laut yang Dapat Ditangkap Minimal 10 cm dan Tidak Bunting

Musim Badai Atlantik dan El Nino

Musim Siklon Tropis di Atlantik 2026 di Bawah Normal

Bibit Siklon Tropis 99W Terletak di Selatan Guam

AmsiNews

REKOMENDASI

Idul Fitri, Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Tampilan Situs Web Sriwijaya Air Berubah Menjadi Hitam Putih

Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan Ditutup dengan Konser K-pop Malam Ini

Jebolnya Danau Penghalang Dipicu Topan Ragasa, 14 Orang Tewas dan 46 Hilang di Taiwan

182 Hari Berturut di Tahun 2025 Hiu Paus Muncul di Perairan Botubarani, Gorontalo

Cegah Covid-19, Saat Sandar ABK Tetap di Atas Kapal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.