Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Jangan Meniru Jakarta Dalam Pengambilan Air Tanah Berlebihan

redaksi
28 Maret 2022
Kategori : Berita
0
Kuantitas dan Debit Air di Indonesia Terus Menurun

Ilustrasi air. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto, mengingatkan agar beberapa daerah untuk tidak meniru Jakarta dalam hal pengambilan air tanah yang berlebihan.

Karena kebutuhan hotel, industri dan lain-lain, air tanah diambil secara berlebihan dan berakibat muka tanah di Jakarta mengalami penurunan setiap tahun.

Jika hal ini terus berlangsung, mengutip Ugm.ac.id Sabtu (26/3), tidak mustahil Jakarta akan mengalami kesulitan membuang air keluar.

Untuk itu, di Jogja meski tidak sama diharapkan mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi.

“Karenanya sudah saatnya bersama pemerintah dan pihak-pihak yang peduli, kita ikut melestarikan air tanah. Meskipun melestarikan air ini juga bukan hal mudah dilakukan karena ini juga terkait bagaimana kita melakukan konservasi, dengan memperbaiki lingkungan, tanam pohon dan lain-lain,” kata Bambang.

Bambang menilai persoalan air tanah pada pada tahun 2022 memang menjadi isu yang banyak dibicarakan pada peringatan Hari Air Sedunia. Pada saat ini boleh dibilang banyak penduduk dunia kekurangan air.

Secara angka sekitar 25 persen dari penduduk dunia atau 750 juta orang kekurangan. Bahkan, di Jogja sendiri di beberapa daerah saat-saat tertentu juga mengalami kekurangan air.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Air TanahDKI JakartaGunungkidulKualitas AirUGM
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

40% Obat yang Digunakan Secara Klinis Berasal Dari Alam

Next Post

Satelit Sentinel-6 Ambil Alih Pengukuran Permukaan Laut Global

Postingan Terkait

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

18 September 2026
Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

18 September 2026

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Next Post
Satelit Sentinel-6 Ambil Alih Pengukuran Permukaan Laut Global

Satelit Sentinel-6 Ambil Alih Pengukuran Permukaan Laut Global

Komentar tentang post

TERBARU

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

AmsiNews

REKOMENDASI

2018, Tiga Kasus Hiu Paus yang Viral di Media Sosial

Wartawan Profesional Harus Memahami Kode Etik Jurnalistik

Solusi Daur Ulang Sampah Medis

Cabut Izin Impor Perindo

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Siklon Tropis Alfred Mendarat di Pulau Moreton Australia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.