Hanya dalam tiga pekan, Kota Gorontalo mengalami banjir berturut-turut. Banjir ke-5 merendam pemukiman di sejumlah kelurahan terjadi sejak Rabu (10/7) sore hingga malam.
Banjir pertama tercatat pada hari Kamis tanggal 20 Juni 2024 melanda sejumlah tempat di Gorontalo. Banjir tersebut antara lain di Kelurahan Botu, Kelurahan Bugis dan lokasi lainnya di Gorontalo.
Banjir kembali terjadi pada Rabu 26 Juni 2024. Bencana ini terjadi di Kelurahan Bugis dan Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kelurahan Donggala dan Kelurahan Tenilo Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Pada Rabu 3 Juli 2024 lokasi di Talumolo kebanjiran. Material tanah, pasir dan batu-batu telah menutup badan Sungai, hingga jembatan kecil. Lonsoran dan material lumpur juga terjadi di Leato Utara yang memutus lalu lintas jalan Trans Sulawesi, tepatnya di kompleks Pelabuhan Gorontalo.
Banjir terjadi lagi pada Sabtu 6 dan Minggu 7 Juli di beberapa titik di Kota Gorontalo. Di sejumlah lokasi yang dilanda banjir tersebut, ada yang sudah lebih dari satu kali rumahnya dimasuki air.
Banjir ke-5 terjadi pada Rabu dan Kamis pekan lalu. Banjir ini meluas di semua kecamatan di Kota Gorontalo.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (15/7), mencatat jumlah rumah terendam banjir mencapai 4.686 unit di Kota Gorontalo.




