Saat ini, muatan balik tersebut sudah meningkat dari segi jumlah dan keragamannya. Tol Laut dapat mengangkut muatan balik garam dari Pulau Sabu dan muatan balik Ikan dari daerah Natuna, Tahuna dan Morotai.
Karena itu, perlu kiranya mengoptimalkan ruang muat peti kemas yang ada. Kemudian, memaksimalkan peran pemerintah daerah, BUMD/BUMdes untuk mengkonsolidasikan barang dari dan ke daerah 3TP agar diangkut menggunakan tol laut.
“Hal tersebut menunjukkan keseriusan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dalam hal konektivitas antar wilayah melalui penyelenggaraan tol laut,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, R Agus H Purnomo, saat menjadi keynote speaker dalam acara Diskusi Nasional Poros Maritim dengan Tema ”Optimalisasi Pelayaran & Pelabuhan Terhadap Tol Laut, Seperti Apa?” di Surabaya, Kamis (3/10).
Program tol laut bukan semata-mata milik satu Kementerian atau Lembaga saja. Melainkan milik bersama antara kementerian, lembaga dan juga pemerintah daerah, serta masyarakat yang harus bersinergi agar program tol laut dapat berjalan optimal.*





Komentar tentang post