Solusinya, menurut Prof Eko, membuat pemanfaatan rumpon bersama antara perikanan industri dengan perikanan skala kecil. Nelayan skala kecil membayar fee setelah nelayan industri menangkap ikan-ikan pada posisi di atas.
Menurut Prof Eko, nelayan kecil membawa pancing ulur yang targetnya ikan tuna dan tidak termasuk catchable área. Solusi tersebut dapat diterapkan untuk mengatasi berkurangnya hasil tangkapan nelayan skala kecil.
Ahli Material Ikan Tangkap IPB University Prof Gondo Puspito, menjelaskan penggunaan material pada rumpon harus menggunakan material yang dapat menghasilkan pembusukan karena di dalam rumpon harus mengutamakan rantai makanan.
Penggunaan bahan síntesis, kata Prof Gondo, harus digabungkan bahan alami untuk mencegah pembentukan hábitat baru bagi ikan-ikan kecil.
Ahli Pengelolaan Perikanan Tangkap IPB University Dr Fedi A Sondita menyoroti bahwa Permen terbaru memang telah mengatur tentang pelaporan dan pemantauan.
Namun, menurut Fedi, penggunaan alat bantu tangkap seperti rumpon belum terlalu dianggap unik. Padahal penggunaannya rawan eksploitasi sehingga dibutuhkan perhatian khusus.





Komentar tentang post