Minggu, September 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ancaman Sampah Laut: Perubahan Perilaku dan Penyakit Aneh

redaksi
10 Juni 2021
Kategori : Berita, Laporan Khusus, Sampah & Polusi
0
Ancaman Sampah Laut: Perubahan Perilaku dan Penyakit Aneh

Sampah botol plastik di laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Muhammad Reza Cordova, mengatakan, ancaman pencemaran sampah laut tidak akan langsung dirasakan.

Namun, ada perubahan perilaku yang tanpa disadari, kemudian gangguan hormon serta kelainan genetik. Bahkan penyakit kanker dan tidak menutup kemungkinan penyakit yang lebih aneh.

Perlu diketahui bersama bahwa 80% sampah laut berasal dari daratan. Hal ini akan berakibat pada pencemaran air, laut, tanah, udara oleh polusi sampah plastik.

Akibat yang lebih parah lagi adalah dari polusi ini akan berdampak bagi kesehatan, keanekaragaman hayati dan ekonomi.

Dalam webinar Jatuh Cinta (lagi) dengan Bumi Edisi 4, Senin 17 Mei 2021, dengan tema “Sampah Laut dan Kebangkitan Bangsa”, Reza mengatakan, ada hal yang lebih mengerikan lagi dari sampah plastik yang tidak terurai yaitu terbentuknya mikroplastik.

Mikroplastik terdiri dari tiga jenis yaitu mikroplastik yang berada di air, mikroplastik yang berada di sedimen, dan mikroplastik yang berada di ikan.

Menurut Reza, mikroplastik yang berada di dalam perut ikan sejumlah 0,25-1,5 partikel/gram ikan. Saat ikan dikonsumsi oleh manusia maka secara tidak langsung telah mengonsumsi mikroplastik yang berada di dalam perut ikan yang kemungkinan juga sudah tercemar dengan polutan lain yang menempel pada mikroplastik tersebut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Biota LautLIPIMikroplastiksampah plastik
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Sampah Plastik Diubah Jadi BBM

Next Post

Prof John Ario Katili Pernah Ingatkan Patahan Aktif di Teluk Palu

Postingan Terkait

Prospek Ikan Hias Air Tawar

Ada 1.300 Spesies Ikan Air Tawar di Indonesia

27 September 2026
hiu paus

Alat Deteksi Kualitas Air Ditempatkan di Zona Interaksi Hiu Paus di Perairan Botubarani

27 September 2026

Akademisi UNG Bahas Pendidikan Sarjana Terapan Rumpun Teknik Elektro

Ilmu Kelautan Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Tsunami Ready: Laut Bukan Untuk Ditakuti, Melainkan Dihormati

Topan Surigae Bergerak Lambat di Selatan Pulau Okinawa

Typhoon Surigae Moving Slowly South of Okinawa Island

Topan Surigae Mengancam Kepulauan Ryukyu di Selatan Jepang

Next Post
Jembatan kuning palu

Prof John Ario Katili Pernah Ingatkan Patahan Aktif di Teluk Palu

Komentar tentang post

TERBARU

Ada 1.300 Spesies Ikan Air Tawar di Indonesia

Alat Deteksi Kualitas Air Ditempatkan di Zona Interaksi Hiu Paus di Perairan Botubarani

Akademisi UNG Bahas Pendidikan Sarjana Terapan Rumpun Teknik Elektro

Ilmu Kelautan Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Tsunami Ready: Laut Bukan Untuk Ditakuti, Melainkan Dihormati

Topan Surigae Bergerak Lambat di Selatan Pulau Okinawa

AmsiNews

REKOMENDASI

BKKPN Kupang Kaji Fenomena Pemutihan Karang

PN Batam Vonis Penyelundup Limbah B3 dari Singapura 7 Tahun Penjara

Penduduk di Pesisir dan Tepi Hutan Masih Banyak yang Miskin

Perubahan Iklim, Kearifan Lokal Nelayan Membaca Cuaca Banyak Berubah

Gempa Laut Maluku M7,6 di Dekat Pulau Batang Dua Mekanisme Pergerakan Naik

Bibit Siklon Tropis 93W Membentuk Daerah Konvergensi di Laut Sulawesi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.