BMKG juga berupaya mengimplementasikan otomatisasi dan modernisasi layanan dengan membangun sistem berbasis web. Hal ini memudahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG (Stasiun Meteorologi Maritim yang tersebar di beberapa provinsi Indonesia) untuk mengirimkan laporan kegiatan operasional dalam format yang baku.
Layanan ini dapat diakses dengan mudah, serta efektif dan efisien, yang dikenal dengan sebutan Sistem Monitoring Operasional Meteorologi Maritim atau INA-OPSMAR.
Sistem pelaporan secara elektronik (e-reporting) ini memungkinkan monitoring pelaporan yang lebih cepat, efektif, dan efisien.
Selain sebagai sarana untuk monitoring kegiatan operasional, Ina-OPSMAR juga terintegrasi dengan sistem jaringan Automatic Weather System (AWS) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sistem ini juga menyediakan fasilitas bagi UPT BMKG untuk melakukan verifikasi bulanan terhadap produk prakiraan cuaca harian yang dikeluarkannya, serta memantau ketepatan waktu pengiriman produk informasi tersebut.
“Inovasi ini benar-benar kita butuhkan agar kita lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim dan cuaca yang cepat. Jangan berhenti di sini, kita tetap harus berinovasi,” kata Dwikorita.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menambahkan, inovasi tersebut merupakan kolaborasi stakholder dan merupakan karya anak bangsa.





Komentar tentang post