Untuk dapat melihat komet ini, cukup mencari tempat yang bebas dari polusi cahaya, medan pandang bebas dari penghalang saat mengamati komet, dan tentunya kondisi cuaca cerah.
Komet ini dapat diabadikan dengan menggunakan kamera DSLR, kamera CCD yang terpasang dengan teleskop dan terhubung dengan laptop/komputer.
Mengutip Kantor Berita Associated Press (AP) komet hijau melesat ke arah Bumi setelah 50.000 tahun. Komet ini mendekati Bumi dalam jarak 26 juta mil (42 juta kilometer) dari Bumi Rabu sebelum melaju lagi, tidak mungkin kembali selama jutaan tahun.
Astronom University of Hawaii Karen Meech menjelaskan komet itu akan cerah karena jaraknya yang dekat dengan Bumi yang memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan lebih banyak eksperimen dan publik dapat melihat komet yang indah.
Para ilmuwan yakin dalam perhitungan orbit mereka menempatkan ayunan terakhir komet melalui lingkungan planet tata surya pada 50.000 tahun yang lalu.
Tapi mereka tidak tahu seberapa dekat itu datang ke Bumi atau apakah itu bahkan terlihat oleh Neanderthal, kata Chodas, Direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi di Jet Propulsion Laboratory NASA di California.
Sumber: Apod.nasa.gov, Lapan.go.id dan Apnews.com (AP)





Komentar tentang post