”Berharap dengan peresmian ini kita akan semakin berjaya di laut,” katanya.
Menurut Ocky, sebagai negara maritim dengan luas wilayah yang begitu besar wajib memiliki kekuatan dan peralatan riset di Indonesia khususnya di bidang riset kelautan.
“Kita patut bersyukur dan berbangga karena Laterio menjadi salah satu unggulan ke depan dengan fasilitas instrumen penelitian yang bersifat terpadu ini sangat sesuai dengan konsep yang dikembangkan Kepala BRIN yaitu pemanfaatan bersama,” katanya.
Automated Digital Microscope
Salah satu peralatan canggih, automated digital microscope, telah melengkapi fasilitas dalam Gedung Laterio.
“Kami garansi ini adalah alat-alat yang memiliki tingkat State of the art yang sangat bagus yang bisa menjadi modal untuk mendukung riset kelautan pada level global,” kata Ocky.
Pembangunan gedung Laterio selesai pada 2020-2021 disiapkan sebagai regional hub untuk riset kelautan dan sebagai walidata nasional untuk ekosistem terumbu karang dan lamun.
“Sebagai walidata nasional dengan berbagai instrumen analisis laboratorium yang rutin digunakan oleh para periset lintas disiplin dalam ilmu kelautan,” ujarnya.
Menurut Ocky, yang menjadi perhatian saat ini, telah terpasang alat automated digital microscope yang pertama di BRIN.





Komentar tentang post