Monitoring BMKG hingga Pukul 18.21 WIB (19.21 Wita), telah terjadi 7 gempa susulan. Gempa ini tercatat dengan magnitude, masing-masing M6,3, M6,2, M6,2, M4,7, M5,6, M5,0 dan M6,1.
Fenomena tsunami akibat gempa Donggala menjadi catatan penting dalam pergerakan gelombang. Gelombang besar terjadi lebih dari sekali.
Sebagaimana gelombang besar tsunami, yang ketiga paling dahsyat. Sementara dua puncak gelombang, tidak lama berselang terlihat dari rekaman video didarat.
Konfigurasi dasar laut, dengan teluk yang berbentuk V, seperti pada Teluk Palu, memberikan efek corong yang dapat menyebabkan gelombang sangat besar.
Peristiwa ini masih dalam kisaran peringatan dini tsunami. Hal ini bisa dilihat dari rekaman gambar video dan foto yang masih jelas terlihat. Peringatan tsunami berakhir pukul 18.36 Wita, saat malam mulai beranjak, 29 menit sebelum shalat Isya, jam 19.05 Wita.*
Untuk Laporan Khusus ini, Verrianto Madjowa menuliskan dalam beberapa bagian. Bahan tulisan dikumpulkan dari Dr Ing Widodo S Pranowo (Peneliti di Laboratorium Data Laut & Pesisir, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia, Kementerian Kelautan dan Perikanan), keterangan tertulis Dr Ir Muhamad Sadly MEng (Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, BMKG), Fatuhri dan Hasan A Efendi (BMKG Gorontalo), Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Rekaman video tsunami di Palu, diskusi melalui grup WhatsApp dan riset pustaka. Tulisan tsunami Dr Anugerah Nontji (1987 dan 1993) sebagai bahan tulisan yang hingga kini masih tetap relevan.#





Komentar tentang post